Batu dan air: apa yang menentukan permukiman manusia purba di Gurun Arab

Diedit oleh: Svitlana Velhush

Di jantung gurun pasir terbesar di dunia — Rub' al-Khali — dahulu pernah ada danau air tawar yang dikelilingi kehidupan, namun jejak manusia di sana hampir tidak ada. Ekspedisi sepanjang sekitar seribu lima ratus kilometer mengungkap endapan danau purba di 55 dari 125 titik yang disurvei, tetapi tidak ditemukan satu pun alat batu atau bahan baku yang cocok untuk membuatnya di kedalaman gurun.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature menunjukkan bahwa akses terhadap air memang diperlukan, tetapi tidak cukup. Geologi wilayah tersebut menjelaskan paradoks ini: batuan yang menghasilkan rijang, kuarsa, dan bahan lain yang layak dibelah menjadi alat tajam hanya tersingkap di permukaan di tepi-tepi gurun. Di bagian tengah, batuan itu tersembunyi di bawah lapisan tebal pasir dan tanah asin, sementara danau-danau terutama dialiri air bawah tanah yang tidak membawa batu dari tempat jauh.

Para ilmuwan dari Universitas Wina, Universitas Algarve, dan lembaga-lembaga lain membandingkan data ekspedisi dengan sebaran 363 situs Paleolitik Tengah yang diketahui di Semenanjung Arab. Model komputer yang hanya mempertimbangkan kedekatan dengan air memprediksi lokasi situs-situs itu dengan akurasi yang sesuai dengan luas di bawah kurva ROC sebesar 0,695. Penambahan faktor ketersediaan batu yang sesuai meningkatkan angka tersebut menjadi 0,768.

Pada saat yang sama, 57 persen wilayah dalam jangkauan air terletak pada formasi geologi tanpa bahan baku untuk alat. Permukiman terkonsentrasi justru di tempat kedua sumber daya itu bertepatan. Pola serupa juga terlihat di wilayah lain — dari Dataran Tinggi Libya Messak hingga gurun timur Mesir dan Tibet.

Bagi manusia Zaman Batu, alat bukan sekadar perkakas, melainkan syarat untuk bertahan hidup di lingkungan yang asing. Tanpa kemampuan membuat pisau atau pengikis dengan cepat, bahkan tempat yang kaya air menjadi jalan buntu. Model ini menunjukkan bahwa rekonstruksi jalur persebaran dari Afrika sebelumnya, yang terutama bertumpu pada iklim dan air, mungkin sangat melebih-lebihkan luas wilayah yang layak untuk dihuni dalam jangka panjang.

Temuan ini menegaskan betapa eratnya sumber daya terjalin dalam kehidupan masyarakat purba: air memberi kehidupan, batu memberi kemungkinan untuk mempertahankannya. Batasan semacam ini mungkin juga memengaruhi kecepatan dan arah migrasi ke zona-zona kering lain di planet ini.

Penelitian ini mengingatkan bahwa untuk memahami masa lalu, penting untuk mempertimbangkan bukan hanya faktor-faktor yang jelas seperti air, tetapi juga faktor-faktor yang menyediakan landasan teknologi bagi keberadaan.

1 Tampilan

Sumber-sumber

  • Stone and water together shaped where early humans settled in Arabia’s desert, study finds

Komentar

Baca lebih banyak artikel tentang topik ini:

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.