Di Cornelia Street, 20, West Village, El Camarón Peludo telah dibuka—bar anggur yang berfokus pada hidangan laut, di mana tim Taqueria Ramirez dan Carnitas Ramirez menawarkan camilan kecil. Taco sarden dengan kulit renyah dan saus pedas, carpaccio udang merah dengan bawang putih ala Spanyol, tiram di bawah michelada atau mezcal—setiap gigitan membawa jejak pasar Meksiko dan tradisi Mediterania.
Di dekatnya, di West 10 Street, 142, Galo telah berlokasi—restoran Portugis intim dari koki Nuno Sousa. Di sini disajikan arroz dengan kerang, petiscos, dan hidangan utama—galo recheado, seekor ayam jantan utuh isi yang tidak dapat ditemukan di tempat lain di New York. Lebih dari seratus anggur Portugis dari Vinho Verde dan Madeira menekankan hubungan dengan daerah penghasil anggur berusia berabad-abad di negara itu.
Sousa, yang berasal dari Barcelos, datang ke Amerika Serikat pada tahun 2015 setelah bekerja sebagai pelatih sepak bola di Portugal. Ia telah membuka Leitao di Hudson Street, dan kini membawa suasana adega Portugis ke West Village: patung keramik dari pengrajin lokal, mosaik bergambar ayam jantan dan zaitun di bawah meja koki.
Di El Camarón Peludo, pemilik Giovanni Cervantes dan Tanya Apolinar bersama koki Carlos Barrera bertaruh pada anggur alami dari Meksiko, Spanyol, dan Prancis. Daftar bir yang pendek dan fokus pada udang dalam berbagai bentuk—mulai dari yang dikupas hingga gambas panggang raksasa—menciptakan nuansa pasar pesisir, di mana setiap bahan mempertahankan rasa laut dan matahari.
Kedua tempat itu muncul pada bulan September 2026 dan mencerminkan bagaimana koki New York menggabungkan akar mereka dengan peluang lokal: hidangan laut Meksiko-Spanyol dan tradisi pembuatan anggur Portugis menemukan audiens baru di satu lingkungan.




