Di pusat bersejarah Tartu, para arkeolog menemukan temuan yang tidak biasa: lebih dari lima puluh segel timah untuk kain dari abad XV–XVI, salah satunya jelas bertanda simbol Amsterdam. Cakram timah kecil ini, yang dahulu dilekatkan pada gulungan kain wol, menceritakan jalur perdagangan yang menghubungkan kota-kota jauh di Eropa Utara.
Segel dari Amsterdam berdiameter 3,7 sentimeter ini memuat pada satu sisinya gambar kogg — kapal dagang khas — dan pada sisi lainnya lambang kota dengan tiga salib Santo Andreas. Tanda semacam ini berfungsi sebagai jaminan asal-usul dan mutu kain, membantu para pedagang dan pembeli menavigasi dunia di mana kain wol bisa melewati tangan beberapa perantara.
Menurut Arvi Haak, kepala bagian arkeologi Museum Kota Tartu, di satu lokasi calon Pusat Budaya Siuru ditemukan segel beberapa kali lebih banyak daripada yang sebelumnya diketahui di seluruh kota. Sebagai perbandingan: di Lapangan Balai Kota pada 1981 hanya ditemukan tiga benda serupa. Konsentrasi temuan ini menjadikan tempat tersebut kunci untuk mempelajari perdagangan tekstil di Livonia abad pertengahan.
Tartu termasuk dalam jaringan perdagangan Hanseatik, yang melaluinya kain wol dari Flandria, Belanda, Inggris, dan Jerman masuk ke wilayah ini. Penelitian pada 2015 yang dilakukan oleh Riina Rammo dari Universitas Tartu menunjukkan bahwa di antara 1815 fragmen wol dari lubang jamban kota, sekitar 87 persen kemungkinan berasal dari impor. Segel-segel ini melengkapi gambaran tersebut dengan bukti langsung tentang rute barang.
Segel timah biasanya dilepas saat kain tiba di tempat tujuan dan gulungannya dipotong menjadi bagian kecil untuk dijual. Timah dapat dilebur kembali, sehingga banyak segel tidak terawetkan. Penumpukan segel di lokasi Siuru mungkin terkait dengan kegiatan perdagangan, pembuangan limbah, atau pemupukan tanah dengan sampah kota — jawaban pastinya masih harus dicari.
Penggalian di area seluas sekitar 10 500 meter persegi, yang dimulai pada April 2026, berlangsung hingga akhir 2027 dan dianggap yang terbesar dalam sejarah Estonia. Selain segel, di sini telah ditemukan sisa-sisa bangunan abad XIV dengan tungku batu, sebuah salib kecil, dan bros dengan simbolika Tritunggal. Benda-benda ini bersama-sama menggambarkan kehidupan sehari-hari kota abad pertengahan.
Temuan semacam ini mengingatkan bahwa bahkan cakram timah yang sangat kecil mampu mengungkap skala hubungan perdagangan dan kebiasaan orang-orang yang hidup berabad-abad lalu.
