Sajian 'Pencuci Mulut' Antariksa

Penulis: Nataly Lemon

Sajian 'Pencuci Mulut' Antariksa-1
Gula di luar angkasa

Gula pertama kali ditemukan di antariksa — dan ini bukan metafora yang indah, melainkan hasil pengamatan ilmiah yang nyata. Sekelompok astronom internasional telah menemukan eritritol, sejenis gula yang ditemukan pada buah beri di Bumi, di awan gas dan debu antarbintang — sehingga untuk pertama kalinya gula sejati terdeteksi di luar Tata Surya.

Penemuan ini dibuat di awan molekuler G+0.693−0.027, yang terletak sekitar 27.000 tahun cahaya dari Bumi, dekat dengan pusat Bima Sakti. Para ilmuwan menggunakan teleskop radio di Spanyol dan membandingkan sinyal spektral dengan data laboratorium untuk mengonfirmasi bahwa itu memang eritritol.

Mengapa penemuan ini begitu penting? Karena gula bukan sekadar sumber rasa manis, melainkan molekul yang terkait dengan proses biokimia fundamental, termasuk pembentukan DNA dan RNA. Jika zat semacam itu dapat terbentuk di awan antarbintang yang dingin, itu berarti antariksa sendiri memproduksi sebagian 'bahan' yang kemudian dapat membentuk dasar kehidupan.

Menurut para peneliti, eritritol dapat terbentuk di permukaan debu dan es antarbintang dari senyawa organik yang lebih sederhana. Hal ini membuat skenario asal-usul organik antariksa semakin meyakinkan: zat-zat pembangun biologi mungkin telah ada jauh sebelum Bumi muncul, dan kemudian sampai ke Bumi bersama komet dan asteroid.

Jadi, alam semesta secara tak terduga terungkap bukan hanya sebagai ruang yang dingin dan kosong, tetapi juga sebagai laboratorium kimia raksasa. Dan jika ia benar-benar memiliki 'hidangan penutup' sendiri, tampaknya itu telah disiapkan jauh sebelum kehidupan itu sendiri muncul.

19 Tampilan

Sumber-sumber

  • Scientificamerican

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.