Pagi 27 September di New South Wales dimulai dengan spektakuler: warga membuka pintu — dan benar-benar mendapati diri mereka berada di dalam awan yang terdiri dari ribuan serangga.
Jendela, dinding, beranda, mobil, dan atap tertutup oleh mereka. Seorang warga Batemans Bay bercerita bahwa begitu ia membuka pintu, seluruh massa itu benar-benar berjatuhan ke dalam.
Bagi orang biasa, ini akan tampak seperti kabar yang sangat buruk.
Bagi para ilmuwan Australia — hampir seperti pesta.
Sebab ngengat bogong, yang populasinya beberapa tahun lalu anjlok hampir 99,5 %, tampaknya sedang kembali.
Dan migrasi massal kali ini adalah salah satu tanda paling menjanjikan dalam beberapa tahun terakhir.
Sebenarnya apa yang sedang terjadi?
Ngengat bogong — Agrotis infusa — adalah salah satu spesies migran paling tidak biasa di Australia.
Setiap musim semi, massa besar serangga ini berangkat dari wilayah pedalaman negara itu menuju Pegunungan Alpen Australia dan Snowy Mountains, tempat mereka menghabiskan bulan-bulan panas di gua-gua pegunungan yang sejuk.
Sebagian individu menempuh jarak ratusan bahkan lebih dari seribu kilometer.
Bahkan, bintang-bintang dan medan magnet Bumi membantu mereka menavigasi perjalanan.
Praktis seperti pesawat penumpang malam yang mungil.
Hanya saja tanpa bagasi dan tanpa transit.
Mengapa jumlah mereka begitu banyak justru sekarang?
Para ilmuwan mempertimbangkan beberapa faktor sekaligus.
Di beberapa daerah curah hujan lebih tinggi, sehingga larva lebih mudah menemukan makanan.
Musim dingin lebih hangat dari biasanya.
Dan angin barat laut yang cocok benar-benar dapat membantu migrasi ke selatan.
Karena serangga ini sangat ringan, mereka mampu memanfaatkan arus udara hampir seperti angkutan yang searah.
Benar saja, angin kadang membawa para pelancong itu sedikit ke tempat yang bukan tujuan.
Dan kemudian, alih-alih gua pegunungan yang tenang, salah satu dari mereka mendapati dirinya…
di kamar tidur seorang warga Sydney.
Mengapa para ilmuwan begitu gembira?
Karena belum lama ini keadaannya tampak jauh lebih buruk.
Pada tahun 2017 jumlah spesies ini menyusut sekitar 99,5 %, dan pada tahun 2021 spesies ini dinyatakan terancam punah.
Karena itu, kumpulan besar yang ada sekarang merupakan tanda yang baik.
Hanya dalam beberapa hari, di platform iNaturalist tercatat sekitar 800 pengamatan, dan lebih dari 200 di antaranya muncul hanya dalam waktu sehari.
Para peneliti menegaskan: masih terlalu dini untuk berbicara tentang pemulihan populasi secara menyeluruh.
Namun skala migrasi seperti ini memang hampir tidak pernah terlihat dalam beberapa tahun terakhir.
Dan bagi alam hal ini sangat penting.
Bogong merupakan bagian penting dari ekosistem Australia.
Burung dan hewan lain memakan mereka, dan mereka sangat penting bagi kuskus kerdil gunung.
Karena itu, kembalinya mereka berarti potensi lebih banyak makanan juga bagi spesies langka lainnya.
Pemerintah bahkan meminta warga untuk tidak menggunakan insektisida terhadap para tamu tak diundang itu.
Jika serangga itu terbang masuk ke rumah, sebaiknya tangkap dengan hati-hati dan lepaskan.
Dan matikan lampu luar jika memungkinkan: cahaya kota yang terang membuat serangga yang bermigrasi kehilangan arah.
Pada akhirnya, terjadilah situasi yang khas Australia.
Seseorang membuka pintu pada pagi hari.
Beberapa ribu tamu bersayap pun menimpanya.
Ia menelepon para ahli.
Dan para ahli menjawab:
“Bagus sekali! Sepertinya alam sedang pulih”.
Mungkin Australia adalah salah satu dari sedikit tempat di dunia di mana frasa “rumahku diserbu jutaan serangga” benar-benar bisa menjadi kabar baik. 😄


