❓PERTANYAAN:
Mengapa hal negatif terasa lebih kuat? Mengapa begitu sulit untuk "melepaskannya" dan beralih ke sisi terang (bahkan dengan keinginan besar).
❗️JAWABAN lee:
Karena Anda hidup dalam fokus perhatian pada dunia fisik (dunia dalam ilusi keterpisahan) dan indra fisik Anda berorientasi pada apa yang dipahami sebagai "bahaya". Segala sesuatu yang berada di luar zona nyaman tampak asing = berbahaya.
Dan di sinilah pikiran bekerja – "saya harus melakukan sesuatu". Segala sesuatu yang "berbahaya" mengaktifkan pikiran untuk mencari solusi. Orientasi ini juga tertanam secara fisiologis – tubuh bereaksi terlebih dahulu terhadap sinyal eksternal, lalu internal – selama pikiran melihat sesuatu yang berbahaya, tubuh secara intensif menciptakan "kimia pendukung", seperti adrenalin dan kortisol.
Perubahan sistem keyakinan secara bertahap menyebabkan pikiran mulai melakukan tugasnya – ia mengevaluasi situasi, tetapi tidak mencari solusi di dunia luar. Pada saat yang sama, pikiran mengoptimalkan tindakan, jika diperlukan (jika perlu lari, maka dengan pemahaman mengapa, ke mana, dan apa manfaatnya).
Oleh karena itu, sistem "Pengetahuan internal" selanjutnya berorientasi pada "bagaimana saya ingin merasakan diri saya" dan Anda melihat titik penerapan dalam informasi apa pun – baik secara langsung maupun tidak. Anda mengenali dalam peristiwa eksternal bukan sinyal bahaya, tetapi sinyal pantulan keadaan internal. Anda memahami bahwa peristiwa ini diciptakan dari dalam oleh Anda, dan oleh karena itu cara terbaik (pikiran sudah bisa melakukan ini) adalah mengubah penilaian internal tentang apa yang terjadi. Dan jika ada sesuatu yang mengancam Anda secara fisik, Anda sebenarnya sudah beberapa menit sebelumnya merasakannya dengan jelas di dalam – Anda memiliki jeda waktu untuk bereaksi SEBELUM peristiwa itu terjadi.


