Pada hari Minggu, 4 Oktober 2026, di semifinal WNBA dimulai dua seri yang langsung menentukan nada seluruh playoff. "Atlanta Dream" di kandang mengalahkan "New York Liberty" dengan skor 92:82 dan memimpin seri 1-0, sementara "Golden State Valkyries" pada hari yang sama bertemu dengan juara bertahan "Las Vegas Aces".
"Liberty", unggulan kedelapan, sudah menciptakan sensasi dengan menyingkirkan pemuncak musim reguler "Minnesota Lynx" di putaran pertama. Kini mereka berhadapan dengan "Dream", tim yang musim ini menunjukkan salah satu pertahanan terbaik di liga. Pada kuarter ketiga, "Atlanta" memaksa lawan melakukan sembilan turnover dan mencetak 16 poin dari situ — rekor playoff.
Tokoh kunci dalam kemenangan itu adalah Jordin Canada, yang mencetak 25 poin dan lima steal, serta DeWanna Bonner dengan 23 poin. Namun "Dream" harus bermain tanpa Allisha Gray yang cedera pada paruh pertama. "Liberty" yang dipimpin Sabrina Ionescu (27 poin) dan Breanna Stewart (19) mengejar di akhir, tetapi tidak cukup.
Seri kedua — "Valkyries" melawan "Aces" — melambangkan tahap baru liga. Tim ekspansi "Golden State" pada musim keduanya sudah mencapai semifinal, sementara "Aces" yang dipimpin A'ja Wilson mengejar gelar keempat dalam lima tahun. Di sini yang dibicarakan bukan hanya taktik, tetapi juga psikologi: bagaimana tim muda menghadapi tekanan melawan juara berpengalaman.
Pertandingan-pertandingan ini menunjukkan betapa meningkatnya daya saing WNBA. Unggulan kedelapan sudah di semifinal, dan pendatang baru liga menantang dinasti. Ini bukan sekadar seri eliminasi — ini ujian ketangguhan bagi hierarki yang mapan dan peluang bagi kisah-kisah baru.
Selanjutnya seri akan berpindah ke kota-kota lain, dan di sanalah akan terlihat siapa yang lebih mampu menghadapi pergantian lapangan dan kelelahan.
