Di Union Street di kawasan Cow Hollow, San Francisco, Kaiyō Handroll Bar akan dibuka pada 11 September 2026 — sebuah tempat di mana teknik temari-sushi Jepang bertemu dengan cita rasa Peru dalam format handroll, yang disiapkan langsung di samping meja menggunakan kereta dorong.
Pendiri John Park kembali ke lokasi di mana ia memulai Kaiyō pertamanya pada tahun 2018. Kini, alih-alih restoran lengkap, tempat ini menjadi bar handroll, di mana nasi terkadang diganti dengan ketumbar atau chicha morada dari jagung ungu Peru. Menu andalannya adalah roll lomo saltado dengan wagyu A5 dan stik kentang, yang memadukan daging sapi yang juicy, kerenyahan kentang, dan pedasnya rempah-rempah Peru.
Koki Alex Reccio, yang berasal dari Peru, dan koki eksekutif sushi Kenji Sawada menciptakan menu di mana handroll dengan bebek arroz con pato dibumbui dengan sansho, sementara roll dengan tuna sirip biru, unagi, dan salmon disajikan dengan saus berbahan dasar cabai Peru. Melengkapi hidangan tersebut adalah ceviche, tiradito, dan kroket aji gallina — hidangan yang membawa kenangan akan Lima dan Cusco ke San Francisco.
Park menjelaskan pilihan format tersebut: kota ini tidak akan mampu menampung dua restoran lengkap yang serupa, sehingga timnya memfokuskan diri pada bar handroll dengan koktail larut malam. Bar ini buka hingga tengah malam atau pukul satu dini hari, sedangkan dapurnya tutup pada pukul 22–23. Hal ini memungkinkan para tamu menghabiskan malam dengan roll segar dan minuman tanpa terburu-buru.
Berbeda dengan bar sushi tradisional, di sini penekanannya pada interaktivitas: para koki menyiapkan roll di samping meja, memperlihatkan ketepatan pemotongan dan penyusunannya. Nasi dengan ketumbar atau chicha morada memberi setiap potongan aroma dan warna cerah yang tidak akan ditemukan di tempat Jepang klasik.
Sebaiknya kunjungi Kaiyō Handroll Bar pada malam hari, saat kereta dorong berisi roll berkeliling di antara meja-meja, dan koktail buatan Danny Loui melengkapi cita rasa pedas dan segar. Reservasi sangat disarankan, terutama pada minggu-minggu pertama setelah pembukaan.
Di bar handroll ini, San Francisco menyatukan dua tradisi kuliner sedemikian rupa sehingga setiap roll menjadi bukti: cita rasa lahir bukan hanya dari bahan-bahannya, tetapi juga dari sejarah migrasi dan pertemuan di satu piring.

