Maskapai penerbangan American Airlines, yang pernah melepas layar dari sandaran kursi di pesawat berbadan sempit demi penghematan, kini terpaksa mengembalikannya. Keputusan yang diumumkan pada 18 Agustus 2026 ini mencakup semua pengiriman Airbus dan Boeing baru mulai tahun 2028, serta peremajaan armada yang sudah ada.
Hampir satu dekade lalu, keputusan untuk meniadakan layar tampak sebagai langkah rasional: penumpang semakin sering menggunakan perangkat mereka sendiri. Namun, pesaingnya — Delta dan United — tetap mempertahankan dan mengembangkan opsi ini. Saat ini, Delta memiliki layar di lebih dari 900 pesawat, United di lebih dari 800, sementara American hanya memilikinya di lebih dari 140 pesawat jarak jauh.
Kembalinya layar merupakan bagian dari strategi American untuk memperkuat penawaran premiumnya. Layar baru ini akan memiliki resolusi 4K, konten yang diperluas, dan menurut pihak maskapai, akan dipasang "secepat mungkin". Pembaruan armada secara menyeluruh direncanakan selesai pada awal tahun 2030-an.
Di tengah persaingan ketat untuk mendapatkan loyalitas penumpang, terutama mereka yang bersedia membayar demi kenyamanan, ketiadaan layar menjadi ketertinggalan yang nyata. Penumpang yang terbiasa dengan hiburan tanpa harus mengisi daya gawai mereka semakin sering memilih penerbangan pesaing.
Keputusan American ini menggambarkan tren yang lebih luas: maskapai penerbangan kembali berinvestasi pada sistem dalam pesawat, meskipun penggunaan perangkat pribadi terus meningkat. Layar kini bukan sekadar opsi, melainkan elemen diferensiasi dalam perebutan segmen premium.
Dengan demikian, American Airlines, dalam upaya mengejar ketertinggalan, mengembalikan kepada penumpang apa yang sempat mereka hilangkan demi penghematan — dan mengakui bahwa dalam dunia penerbangan modern, kenyamanan di dalam pesawat tetap menjadi keunggulan kompetitif yang penting.

