Kucing berbobot tiga kilogram. Panik berbobot empat puluh

Diedit oleh: Svitlana Velhush

tautan diambil dari X (jejaring sosial)

Mari kita telaah dari sudut pandang penelitian ilmiah: benarkah seekor anjing bisa takut kepada kucing — bahkan jika tubuhnya beberapa kali lebih besar?

Video-video lucu yang menampilkan anjing raksasa mundur dengan hati-hati dari kucing mungil tampak hampir tidak logis. Di hadapan kita ada hewan yang sepuluh kali lebih besar, lebih kuat, dan secara fisik jelas lebih mampu membela diri — tetapi kadang satu tatapan kucing saja cukup untuk membuat si anjing memutuskan: lebih baik menyingkir.

Sebenarnya ukuran bukanlah faktor utama di sini.

Penelitian terhadap perilaku anjing dan kucing menunjukkan bahwa hubungan antara kedua spesies ini dibangun terutama atas dasar pengalaman, keakraban, kemampuan membaca sinyal satu sama lain, dan pertemuan-pertemuan sebelumnya.

Dan kucing memang memiliki perangkat persuasi yang mumpuni.

Mendesis, punggung melengkung, gerakan mendadak, telinga terlipat atau terbalik, tatapan tajam, dan sabetan kaki yang cepat — semua itu adalah sinyal yang sangat jelas: «jangan mendekat».

Terlebih lagi, sabetan kaki biasanya mengarah ke area moncong — salah satu bagian tubuh anjing yang paling sensitif.

Karena itu, anjing besar sama sekali tidak harus berpikir: «Aku lebih besar — berarti aku lebih kuat». Sistem sarafnya mengambil keputusan yang jauh lebih praktis:

«Terakhir kali aku mendekat — hidungku kena. Untuk apa mengulanginya?»

Ada pula alasan menarik lainnya: anjing dan kucing pada dasarnya berbicara dalam «bahasa tubuh» yang sedikit berbeda.

Beberapa sinyal pada kedua spesies ini bisa berarti hal yang berbeda. Namun jika hewan-hewan itu hidup bersama cukup lama, mereka perlahan-lahan belajar memahami satu sama lain. Hal ini terutama berjalan baik jika anjing dan kucing berkenalan pada usia muda.

Sebagian besar anjing dan kucing peliharaan pada umumnya mampu hidup dengan cukup damai. Banyak yang bermain bersama, tidur berdampingan, dan berbagi ruang dengan tenang.

Jadi, gagasan populer tentang perang abadi antara kucing dan anjing sangatlah dilebih-lebihkan.

Namun karakter hubungan selalu bersifat individual.

Sebagian anjing menjadi bersemangat dan ingin mendekat saat melihat kucing. Yang lain menggonggong. Sebagian menganggapnya sebagai objek buruan. Dan ada pula anjing yang setelah beberapa perkenalan yang tidak menyenangkan memilih opsi paling aman — penghindaran.

Justru itulah yang paling sering kita lihat dalam video-video lucu.

Si anjing menempel ke dinding, memalingkan kepala, mundur perlahan-lahan, bersembunyi di belakang tuannya, atau berusaha melewati si kucing dengan lengkungan sebesar mungkin.

Dari luar ini tampak seperti komedi, tetapi dari sudut pandang perilaku hewan ini adalah strategi pengurangan konflik yang sepenuhnya masuk akal.

Bahkan si kucing kadang tidak perlu melakukan apa pun.

Jika hewan-hewan itu sudah lama hidup bersama, di antara mereka sudah terbentuk sejarah hubungan tersendiri. Si anjing tahu betul di mana batas wilayah si kucing dan apa yang akan terjadi jika batas itu dilanggar.

Dari situlah muncul adegan terkenal itu:

seekor anjing raksasa berdiri di koridor, sementara di jalur lintasan duduk seekor kucing.

Secara fisik si anjing bisa lewat.

Secara psikologis — tidak.

Dan inilah yang mungkin paling menarik: hewan-hewan menilai satu sama lain bukan hanya berdasarkan ukuran. Mereka memperhitungkan temperamen, pengalaman masa lalu, kepercayaan diri lawan, dan akibat dari pertemuan-pertemuan sebelumnya.

Karena itu kucing berbobot tiga kilogram memang kadang mampu mengendalikan anjing berbobot empat puluh.

Bukan karena si anjing lupa betapa besar tubuhnya.

Melainkan karena ia sangat ingat betapa meyakinkan si kucing.

38 Tampilan

Sumber-sumber

  • Cats and dogs: Best friends or deadly enemies? What the owners of cats and dogs living in the same household think about their relationship with people and other pets

  • Interrelationships of dogs (Canis familiaris) and cats (Felis catus L.) living under the same roof

  • Cats and dogs: Best friends or deadly enemies? What the owners of cats and dogs living in the same household think about their relationship with people and other pets

Komentar

Baca lebih banyak artikel tentang topik ini:

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.