Di AS, untuk pertama kalinya lebih banyak rumah tangga memelihara anak kucing daripada anak anjing: data Packaged Facts

Diedit oleh: Svitlana Velhush

Menurut data perusahaan riset Packaged Facts, pada tahun 2026 di AS, untuk pertama kalinya sejak statistik mulai dilacak, lebih banyak rumah tangga memelihara anak kucing daripada anak anjing. Rasio berubah dari 1,8 berbanding 1 pada tahun 2014 yang menguntungkan anjing menjadi 0,94 berbanding 1 yang menguntungkan kucing pada tahun ini, dan pada tahun ke-2025 mencapai keseimbangan.

Jumlah total rumah tangga yang memelihara anjing menyusut sebesar 5 persen sejak tahun 2019, sementara kepemilikan kucing tetap stabil. Kini anjing dipelihara di sekitar 71 juta rumah di Amerika, sedangkan kucing di 53 juta rumah. Ini bukan lonjakan popularitas kucing yang meledak, melainkan penurunan minat terhadap anjing secara bertahap.

Penyebabnya bersifat praktis. Kucing lebih tenang, lebih mudah ditinggal sendirian, dan lebih mudah beradaptasi dengan apartemen kecil. Anjing memerlukan jalan-jalan, pelatihan, dan perhatian terus-menerus, yang mempersulit hidup di tengah kesibukan tinggi dan perjalanan yang sering. Selain itu, faktor ekonomi juga berpengaruh: pembelian rumah, pemicu tradisional untuk memelihara anjing, melambat akibat harga properti dan suku bunga kredit perumahan yang tinggi. Penyewa rumah memelihara anjing hampir dua kali lebih jarang dibandingkan pemilik rumah.

Pergeseran demografis juga berperan. Menurut proyeksi Joint Center for Housing Studies Universitas Harvard, pertumbuhan jumlah rumah tangga dalam satu dekade mendatang terutama akan ditopang oleh orang lanjut usia dan kelompok minoritas — kelompok yang secara historis memiliki tingkat kepemilikan hewan peliharaan lebih rendah. Gaya hidup pascapandemi dengan keluarga yang lebih kecil, sewa rumah, dan pengeluaran yang lebih tinggi membuat memelihara anjing lebih mahal: rata-rata 1300 dolar per tahun dibandingkan 750 dolar untuk kucing.

Pasar barang dan jasa untuk hewan peliharaan sejauh ini belum beradaptasi. Menurut survei Packaged Facts tahun 2026, hampir separuh pemilik kucing menilai pemasar dan peritel memberi perhatian lebih sedikit kepada kucing dibandingkan anjing. Di toko-toko, produk untuk anjing mendominasi, dan layanan seperti perawatan bulu, pelatihan, serta hotel tetap berorientasi terutama pada anjing.

Menurunnya popularitas anjing dapat memengaruhi pendapatan industri, di mana anjing menyumbang dua pertiga penjualan. Konsumen semakin sering memilih opsi yang lebih murah atau sama sekali tidak memelihara hewan. Tren ini mencerminkan bukan penggantian anjing oleh kucing, melainkan perubahan gaya hidup orang Amerika: mereka semakin sering mengutamakan kemandirian, hunian yang ringkas, dan keterikatan yang lebih longgar pada rutinitas.

Jika tren ini berlanjut, jalanan dan taman akan menjadi lebih sepi, sementara jutaan kucing akan mengamati dunia dari balik jendela.

2 Tampilan

Sumber-sumber

  • Opinion | What new cat ownership data says about Americans

Komentar

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.