Berita Energi: Eropa Harus Merombak Agenda Lingkungan di Tengah Realitas Iklim Baru

Diedit oleh: Alex Khohlov

Berita Energi: Eropa Harus Merombak Agenda Lingkungan di Tengah Realitas Iklim Baru-1

Eurostar merombak armada akibat krisis iklim

Di tengah suhu ekstrem yang melanda Eropa, perusahaan kereta api Inggris-Prancis Eurostar mengambil langkah radikal. Rangkaian kereta baru yang dipesan dari Alstom kini dirancang untuk menahan suhu hingga 55°C, meningkat dari rencana awal yang hanya 45°C. Perombakan ini menjadi sangat krusial karena kereta-kereta tersebut akan mulai beroperasi pada tahun 2031 dan terus melaju hingga dekade 2060-an, menjadi saksi perubahan iklim yang terus berlangsung.

CEO Eurostar Gwendoline Cazenave menjelaskan inti masalahnya secara jujur: awalnya perusahaan berasumsi pada iklim Eropa Utara seperti Inggris, Jerman, dan Swiss, dengan perkiraan bahwa rute di Prancis tidak akan melampaui Paris. Namun, gelombang panas yang baru berakhir pekan lalu memaksa standar tersebut ditulis ulang. Menurut Cazenave, perusahaan kini bersiap menghadapi suhu yang biasanya identik dengan wilayah Arab Saudi.

Sementara itu, perdebatan sengit mengenai strategi pengembangan energi tengah berlangsung di tingkat pan-Eropa. Kepala Badan Energi Internasional, Fatih Birol, memberikan penilaian tajam: menurutnya, Eropa telah melakukan "kesalahan besar" karena tidak segera menghentikan impor bahan bakar fosil setelah krisis energi 2022. Tingkat elektrifikasi di Uni Eropa masih sangat rendah, hanya sekitar 23% dari total konsumsi energi. Sebagai perbandingan, di Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan, angka ini sudah melampaui 30%. Ketertinggalan ini secara langsung merusak daya saing ekonomi Eropa dan ambisi kemandirian energinya.

Dalam wawancara bersama, Birol dan Komisaris Energi Eropa Dan Jørgensen menekankan urgensi percepatan elektrifikasi. Mereka menunjuk contoh negara-negara Asia sebagai bukti bahwa tingginya proporsi listrik dalam bauran energi adalah hal yang mungkin dan layak secara ekonomi. Komisi Eropa kini tengah menyusun rencana ambisius untuk meningkatkan pangsa listrik dalam konsumsi energi. Patut dicatat bahwa dalam draf dokumen tersebut disebutkan: hanya di Swedia dan Finlandia biaya listrik untuk industri kurang dari dua kali lipat harga gas alam—sedangkan di negara-negara anggota lainnya, perbedaannya jauh lebih besar.

Fatih Birol juga mendesak Brussel untuk meninjau kembali posisi konservatifnya terkait eksplorasi minyak dan gas di Arktik. Menurut prediksinya, Eropa akan membutuhkan gas dan minyak dalam jumlah besar di tahun-tahun mendatang, dan lebih baik mendapatkan pasokan tersebut dari sumber yang andal daripada bergantung pada Rusia. Pandangan ini didukung oleh Menteri Keuangan Norwegia, Jens Stoltenberg: Oslo tidak mendukung larangan menyeluruh Uni Eropa terhadap eksplorasi hidrokarbon di Arktik.

Di sisi lain, Italia berupaya melonggarkan persyaratan lingkungan yang ketat dalam anggaran tujuh tahun Uni Eropa berikutnya senilai dua triliun euro. Roma melobi revisi aturan "Do No Significant Harm" (DNSH)—sebuah mekanisme yang mencegah pendanaan untuk proyek yang merusak lingkungan secara signifikan. Hal ini dapat membuka pintu bagi perluasan bantuan untuk industri berat dan proyek infrastruktur yang bersaing dengan target iklim Uni Eropa.

Eropa kini menghadapi dilema yang pelik: bagaimana menyelaraskan kebutuhan keamanan energi jangka pendek dengan komitmen iklim jangka panjang? Jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan lintasan energi benua tersebut selama beberapa dekade ke depan.

5 Tampilan

Sumber-sumber

  • Energy in Demand News, July 12-13, 2026

  • As Europe bakes, Eurostar orders trains that can cope with 55C heat | CNN Business

  • Евросоюз решил создать первый в мире электроконтинент | RTVI

  • Европейский комиссар по энергетике Dan Jørgensen | European Commission

  • Йенс Столтенберг — Википедия

  • Fatih Birol – Author - IEA

  • Dan Jørgensen - Wikipedia

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.