Ketika Departemen Keuangan AS tiba-tiba menggandakan pembelian kembali obligasi jangka panjang, dan Bitcoin melonjak lebih dari 20 persen dalam tiga hari — ini bukan sekadar kebisingan pasar. Ini adalah sinyal bahwa kepercayaan pada instrumen tradisional untuk menjaga modal kembali retak.
Dalam seminggu, Bitcoin naik sekitar 23 persen — kenaikan mingguan terbesar sejak Maret 2023. Harga mendekati level 80 ribu dolar, level yang terakhir terlihat pada bulan Mei. Ethereum juga mencapai tertinggi baru sejak Januari. Arus masuk ke ETF Bitcoin spot mencapai hampir 1,92 miliar dolar — tertinggi sejak Oktober tahun lalu. Secara bersamaan, lebih dari 4 miliar dolar keluar dari pasar dalam posisi pendek.
Pemicu utamanya adalah keputusan Kementerian Keuangan untuk meningkatkan volume pembelian kembali obligasi jangka panjang. Imbal hasil turun, selera terhadap aset berisiko kembali. Ditambah lagi pertemuan Presiden Trump dengan perwakilan industri kripto dan peringatan Ray Dalio: ekonomi besar mungkin menghadapi krisis utang, jadi sebaiknya simpan "sedikit" Bitcoin dalam portofolio.
Di balik optimisme yang terlihat, ada cerita lama. Investor mencari perlindungan dari defisit anggaran yang meningkat dan ekspektasi inflasi. Bitcoin sekali lagi bertindak sebagai analog digital emas — aset yang tidak bergantung pada keputusan satu bank sentral. Namun, sejarah telah menunjukkan: lonjakan tiga hari serupa pada Januari 2023 dengan cepat mereda, dan harga kembali ke rata-rata pergerakan 200 hari.
Short squeeze memperkuat pergerakan naik, tetapi tidak mengubah volatilitas fundamental. Seperti yang dicatat analis, tidak ada yang membatalkan tesis jangka panjang Bitcoin, tetapi juga tidak ada yang membatalkan kemampuannya untuk berbalik tajam. Bagi orang biasa, ini adalah pengingat: aset apa pun yang tumbuh 20 persen dalam beberapa hari memerlukan pemahaman yang jelas tentang seberapa besar bagian portofolio yang dapat mereka ambil tanpa kehilangan tidur.
Reli 2026 sekali lagi menegaskan: ketika negara-negara secara aktif campur tangan di pasar obligasi, sebagian modal pasti mencari jangkar alternatif. Pertanyaannya bukan apakah Bitcoin akan mencapai 80 ribu, tetapi seberapa berkelanjutan pergerakan ini ketika angin makroekonomi berubah lagi.

