Greenland Membuka Bandara Internasional Baru di Ilulissat: Fjord Es Situs Warisan UNESCO Kini Lebih Mudah Diakses Berkat Penerbangan Langsung dari Eropa

Penulis: Irina Davgaleva

Ilulissat, Greenland — Dunia Es | Video Sinematik 4K

Pada 29 Oktober 2026, sebuah Airbus A330neo berbadan lebar dari Kopenhagen mendarat untuk pertama kalinya di Ilulissat. Bandara baru dengan landasan pacu sepanjang 2200 meter ini membuka akses langsung ke salah satu objek alam paling terkenal di Arktika — Fjord Es Ilulissat, yang tercantum dalam daftar Warisan Dunia UNESCO.

Hingga kini, untuk mencapai kota terbesar ketiga di Greenland itu, orang harus transit. Landasan pacu baru ini menggantikan landasan lama yang panjangnya 845 meter dan memungkinkan pendaratan pesawat yang jauh lebih besar. Bersama terminal modernnya, landasan ini mengubah keterjangkauan transportasi di pesisir barat pulau.

Penerbangan perdana dengan Airbus A330neo menjadi acara pembukaan yang istimewa. Penerbangan reguler dari Kopenhagen awalnya akan dilayani dengan Boeing 737-800 — pada musim dingin direncanakan satu penerbangan langsung per minggu. Mulai April 2027, rute ini akan dioperasikan oleh Air Greenland, dan pada musim panas frekuensinya direncanakan meningkat menjadi enam penerbangan per minggu. Pada musim panas juga diharapkan penerbangan langsung Icelandair dari Keflavik.

Tahap terakhir pembaruan bandara-bandara Greenland

Ilulissat menuntaskan program modernisasi infrastruktur penerbangan berskala besar di wilayah otonom tersebut. Bandara internasional Nuuk dibuka pada 2024, sedangkan bandara Qaqortoq di selatan pulau dibuka pada April 2026. Tiga bandara baru ini menjadi fondasi bagi konektivitas yang lebih langsung antara Greenland, Eropa, dan Amerika Utara, sekaligus mengurangi ketergantungan pada transit melalui Kangerlussuaq.

Bandara Internasional Ilulissat, 29.10.2026

Rute baru menuju fjord es

Daya tarik utama kawasan ini adalah Fjord Es Ilulissat, tempat gletser Sermeq Kujalleq menghasilkan gunung-gunung es dalam jumlah besar. Gunung-gunung es itu bergerak perlahan menyusuri fjord menuju Teluk Disko, menciptakan lanskap Arktika yang terus berubah. Para pelancong datang ke sini untuk menikmati perjalanan laut di antara gunung es, mengamati alam, dan mengenal budaya Inuit.

Bandara baru ini memperluas peluang bukan hanya bagi pariwisata, tetapi juga bagi pengangkutan barang dan usaha lokal. Namun, peningkatan jumlah penerbangan menuntut pendekatan yang hati-hati dalam pembangunan kawasan ini: ekosistem gletser dan budaya masyarakat setempat sangat rentan terhadap perubahan dari luar.

Pembukaan bandara ini membuat Ilulissat jauh lebih mudah dijangkau oleh wisatawan internasional. Namun, perubahan terpentingnya bukan sekadar pemangkasan waktu tempuh. Salah satu lanskap paling memukau di Arktika kini menjadi bagian dari peta pariwisata dunia yang lebih luas, dan seiring meningkatnya keterjangkauan, tanggung jawab untuk melestarikannya pun semakin besar.

6 Tampilan

Sumber-sumber

  • Greenland Airports — Approval secured: Ilulissat Airport opens Thursday

  • Air Greenland — The latest new airport ushers in a new traffic pattern

  • Danish Civil Aviation and Railway Authority — Ny international lufthavn i Grønland godkendt

Komentar

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.