Di Wisconsin, tempat hutan konifer dan hutan berdaun lebar yang tak berujung pernah membentang, setiap pohon baru menjadi kepingan lain dari mosaik besar. Mosaik itu disusun oleh ribuan orang: petani, pelajar sekolah, pegawai dinas kota, dan warga biasa. Menurut Departemen Sumber Daya Alam negara bagian (DNR), pada akhir tahun 2025 sekitar 54,7 juta pohon telah ditanam di sini dalam rangka komitmen Trillion Trees Pledge. Ini lebih dari separuh jalan menuju target — 100 juta pohon pada tahun 2030. Angka pastinya dalam statistik pencatatan pada 31 Desember 2025 sedikit lebih sederhana, yakni 54 265 478 pohon, tetapi kesimpulan umumnya tidak berubah: kemajuannya sudah terlihat nyata.
Inisiatif ini diumumkan oleh Gubernur Tony Evers pada 22 April 2021, pada Hari Bumi, dengan menandatangani perintah nomor 112 dan menyertakan negara bagian ini dalam inisiatif global Trillion Trees. Saat itu yang dibicarakan adalah 75 juta pohon dan pelestarian 125 ribu acre hutan. Pada April 2024, ketika di negara bagian ini sudah ada lebih dari 32 juta penanaman, Evers menandatangani perintah nomor 221 dan menaikkan target menjadi 100 juta. Secara simbolis, upacara itu digelar di Governor Nelson State Park: taman itu dinamai menurut Gaylord Nelson, senator yang dianggap sebagai pendiri Hari Bumi. Selain tugas utama, komitmen ini juga mencakup penanaman sejuta pohon di kawasan perkotaan dan perlindungan sedikitnya 125 ribu acre lahan hutan. Hal ini dikerjakan oleh kotamadya, sekolah, perusahaan, organisasi nirlaba, lembaga mitra, pemilik lahan hutan, dan warga.
Kontribusi terbesar bagi perlindungan lahan adalah proyek Pelican River Forest. Kawasan hutan seluas sekitar 70 ribu acre di sebelah timur Rhinelander dibeli pada 2021 oleh organisasi nirlaba The Conservation Fund. Pada 2024, gubernur mengumumkan persetujuan perjanjian pelestarian lahan (conservation easement) untuk hampir 55 ribu acre: berdasarkan perjanjian itu, kawasan tersebut tidak boleh dibangun dan dipecah-pecah. Ini sekitar 44 persen dari target perlindungan 125 ribu acre dan salah satu proyek konservasi alam terbesar dalam sejarah negara bagian ini.
Angka-angka itu juga menunjukkan lajunya. Pada 2025, warga Wisconsin menanam hampir 12 juta pohon, sedangkan setahun sebelumnya sekitar 10,7 juta. Menuju angka 100 juta masih tersisa sekitar 45 juta. Jika volume itu dibagi untuk lima tahun yang tersisa, hasilnya sekitar 9 juta pohon per tahun — lebih sedikit daripada dua tahun terakhir. Artinya, dengan laju saat ini target itu tercapai dengan cadangan, dan laju itu tidak boleh tertinggal lebih dari sekitar seperempat. Latar belakang pentingnya: setelah penurunan pada 2019, ketika lembaga itu membagikan kurang dari 3 juta bibit, tempat pembibitan telah pulih — pada tahun 2021–2025 mereka mengeluarkan antara 3,5 hingga 5,4 juta bibit setiap tahun.
Bagian perkotaan dari rencana ini juga terus maju. Berdasarkan hasil tahun 2025, di kawasan perkotaan ditanam 485 411 pohon — sekitar 49 persen dari sejuta. Rekor justru terjadi pada tahun lalu: di kawasan perkotaan ditanam 185 207 pohon, lebih banyak daripada tahun mana pun sebelumnya sejak program ini dimulai.
Untuk apa semua ini? Lahan hutan mencakup sekitar 17 juta acre, yakni lebih dari 40 persen wilayah negara bagian ini. Pohon menyerap karbon, menjernihkan air, memberi tempat berlindung bagi satwa liar, dan meredam dampak panas serta hujan lebat. Menurut perkiraan lembaga itu, penanaman pada lima tahun pertama akan mengikat tambahan sekitar 15 juta metrik ton karbon selama setengah abad berikutnya. Penting pula bahwa sekitar 57 persen hutan dimiliki oleh pemilik swasta, sehingga tanpa petani dan usaha keluarga rencana ini tidak akan berhasil. Seorang petani menanam pohon ek di tepi ladang, pelajar sekolah merawat pohon mapel di halaman, dan dinas kota menanam pohon limau di sepanjang jalan. Setiap langkah semacam itu kecil secara terpisah, tetapi bersama-sama memberi hasil yang nyata.
Ada beberapa cara untuk ikut serta. Pertama, mengumpulkan benih dan menjualnya ke tempat pembibitan milik negara bagian Wisconsin — dengan begitu pemulihan hutan dimulai dari langkah paling awal. Kedua, merawat pohon di halaman atau di lingkungan sendiri. Ketiga, mendukung program yang membiayai penanaman dan perawatan. Pemilik lahan pribadi sebaiknya berkonsultasi dengan rimbawan Departemen Sumber Daya Alam: rekomendasi mereka membantu mengelola hutan secara berkelanjutan.
Ada pula jalan yang lebih sederhana. Sejak 5 Oktober 2026, Program Pemulihan Hutan negara bagian menerima pesanan bibit untuk penanaman pada musim semi 2027. Pohon yang ditanam dapat dicatat pada peta penanaman resmi Wisconsin, dan dengan begitu kontribusi setiap peserta menjadi terlihat dalam gambaran keseluruhan.
Hutan Wisconsin tidak hanya berfungsi sebagai penyimpan karbon. Hutan menopang ketahanan seluruh lanskap: akar menahan tanah, tajuk meredam hantaman hujan lebat, dan pohon menjadi rumah serta sumber pakan bagi hewan. Demikianlah setiap penanaman menghubungkan alam dan manusia yang hidup serta bekerja di dekat hutan.
Tanamlah setidaknya satu pohon di lingkungan Anda — dan Anda pun menjadi bagian dari gerakan bersama ini. Sejuta langkah kecil dimulai dari satu langkah.
