Akal sebagai Pelayan, Bukan Majikan: Cara Mengalihkan Fokus Perhatian

Penulis: lee author

Akal sebagai Pelayan, Bukan Majikan: Cara Mengalihkan Fokus Perhatian-1

❓ PERTANYAAN:

Lee, mohon petunjuknya, sejauh mana keriuhan batin yang terus berputar di kepala dapat menghambat kelimpahan dan kondisi kesadaran "Aku Ada"? Saya pernah mendengar bahwa keadaan terbaik adalah saat pikiran benar-benar hening dan kita hanya menyerap realitas tanpa analisis, layaknya sebuah kamera pengawas. Apakah benar jika kita terus-menerus melamun, meskipun tentang hal-hal positif, hal itu justru akan memecah energi kita?

❗️ JAWABAN lee:

Penguatan energi secara harfiah adalah memusatkan fokus atau perhatian pada satu peristiwa tunggal.

Sebaliknya, pemborosan energi secara harfiah berarti membiarkan fokus terpecah ke dalam berbagai peristiwa sekaligus.

Berpikir sebagai upaya mencari solusi sering kali justru memecah energi karena kita terjebak dalam siklus tanpa akhir: "ada masalah, merinci masalah, menganalisis mengapa gagal, melihat cara orang lain, mengingat upaya yang sudah-sudah, hingga merinci segala bentuk jalan buntu...".

Berpikir dengan fokus pada solusi adalah: "bagaimana perasaan saya saat ini juga ketika masalah tersebut sudah terselesaikan". Seluruh fokus perhatian tertuju DI SINI DAN SAAT INI, di mana seluruh energi hadir sepenuhnya.

Dalam kasus pertama, seseorang tidak menyadari emosi maupun isi pikirannya karena ia tidak hadir di sini, melainkan "tersebar" di dalam kerumitan masalah. Tubuhnya pun menerima "reaksi kimiawi masalah" sehingga ia ikut berjuang dan merasa menderita.

Dalam kasus kedua, seseorang menyadari pilihannya, emosinya, fokus perhatiannya, serta tubuhnya, lalu ia menentukan apa yang ingin disampaikan kepada tubuh (misalnya, aliran ide yang kreatif atau rasa rileks).

Rasakan perbedaan dalam kondisi tersebut. Ini bukanlah sekadar abstraksi atau upaya menyelesaikan masalah baru berjudul "menghilangkan pikiran", melainkan pemahaman tentang jenis pikiran dan cara memberi tugas kepada akal sesuai dengan apa yang bisa ia tangani.

Dengan begitu, Andalah yang mengendalikan pikiran, bukan yang melawannya. Pikiran pun menjadi pelayan Anda, bukan majikan Anda. Jika Anda tidak memerlukan pikiran dalam suatu proses tertentu, Anda cukup tidak mengaktifkannya tanpa perlu bersusah payah. Bagaimanapun, Andalah pemimpinnya, dan pikiran menyadari sepenuhnya siapa pemegang kendali di sana.

60 Tampilan

Sumber-sumber

  • Сайт автора lee

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.