Saat Bumi Bersinar dari Luar Angkasa: Astronot ISS Terpukau oleh Cahaya Aurora

Diedit oleh: Svitlana Velhush

Astronot NASA membahas kehidupan di ruang angkasa dengan Associated Press – Wednesday, August 19, 2026

Bahkan setelah beberapa bulan berada di orbit, Bumi masih mampu mengejutkan mereka yang melihatnya setiap hari dari luar angkasa.

Astronot NASA Jessica Meir dan Jack Hathaway, yang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional, menceritakan tentang fenomena alam paling mengesankan yang berhasil mereka amati dari ketinggian sekitar 400 kilometer.

Dan tak disangka, pemandangan utama bagi mereka bukanlah gerhana, melainkan cahaya aurora. 🌌

Gelombang hijau di bawah stasiun

Menurut Jessica Meir, kesan yang sangat mendalam bagi kru adalah cahaya yang kuat, yang muncul setelah lonjakan aktivitas matahari.

Biasanya aurora terkonsentrasi di dekat kutub, namun saat itu cahaya hijau terang muncul tepat di bawah Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Dari orbit, pemandangan itu tampak seperti pita bercahaya raksasa yang meliuk-liuk di atas permukaan Bumi.

Cahaya hijaunya begitu terang hingga terpantul pada struktur putih stasiun.

Bagi orang-orang yang setiap hari melihat matahari terbit, samudra, awan, dan lampu kota di malam hari dari orbit, pemandangan seperti itu tetap terasa istimewa.

Gerhana juga terlihat

Pada 12 Agustus kru ISS mengamati gerhana matahari.

Stasiun tidak berada di zona fase total, sehingga para astronot hanya melihat sebagian dari peristiwa tersebut: Bulan menutupi sebagian piringan matahari.

Namun, kesempatan untuk mengamati pergerakan Bulan di depan Matahari bukan dari permukaan Bumi, melainkan langsung dari luar angkasa, adalah sebuah kelangkaan tersendiri.

Kini, kru berharap dapat melihat peristiwa berikutnya dari orbit, gerhana bulan.

Pemandangan yang tak mungkin membuat kita terbiasa

Kisah para astronot secara khusus mengingatkan kita pada satu hal sederhana: bahkan orang-orang paling berpengalaman yang telah bekerja berbulan-bulan di luar angkasa tidak pernah berhenti mengagumi keindahan planet kita.

Cahaya aurora muncul ketika partikel bermuatan dari angin matahari berinteraksi dengan medan magnet dan atmosfer Bumi.

Dari permukaan, kita melihatnya sebagai pita berwarna hijau, merah, dan ungu di langit.

Namun dari orbit, pemandangannya sangat berbeda.

Aurora berubah menjadi struktur bercahaya raksasa yang seolah memeluk tepi planet dan bergerak bersama atmosfer.

Dan pemandangan seperti inilah yang mampu membuat seseorang tertegun, bahkan bagi mereka yang telah lama menjadikan luar angkasa sebagai tempat kerja.

Kita terbiasa memandang bintang dari bawah ke atas. Namun terkadang, pemandangan kosmik terindah justru tersingkap saat kita memandang dari atas ke bawah—ke arah Bumi kita sendiri.

25 Tampilan

Sumber-sumber

  • What beats seeing eclipses from space? Try the northern and southern lights

  • NASA astronauts wowed by auroras in space

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.