Pameran «Membuat yang Tak Terlihat Menjadi Terlihat» di Amsterdam: bagaimana seni mengajarkan kita melihat alam secara berbeda

Penulis: Irina Davgaleva

Pameran «Membuat yang Tak Terlihat Menjadi Terlihat» di Amsterdam: bagaimana seni mengajarkan kita melihat alam secara berbeda-1
Ilustrasi untuk karya Jasper Koopmans, "Bad in het Bos". Dibuat dengan AI.

Di Hutan Amsterdam, hingga 1 November, berlangsung pameran seni gratis Het Onzichtbare Zichtbaar («Membuat yang Tak Terlihat Menjadi Terlihat»). Tujuh karya mengungkap kehidupan tersembunyi ekosistem hutan — dari jaringan jamur dan organisme di dalam tanah hingga perubahan lingkungan yang tak dapat dilihat dengan mata telanjang. Proyek ini mengajak kita memandang lanskap alam yang biasa dari sudut pandang lain dan menemukan proses-proses yang biasanya luput dari perhatian.

Pameran ini digelar di Amsterdamse Bos untuk kedua kalinya: edisi pertamanya berlangsung pada tahun 2025. Tahun ini, rutenya mencakup enam instalasi seni di ruang terbuka dan sebuah film dokumenter The Underground Astronaut. Hampir semua karya diciptakan khusus untuk tempat ini. Karya-karya itu ditempatkan di antara pepohonan di kawasan teater hutan Bostheater, sedangkan filmnya diputar di pusat informasi Boswinkel.

Tema yang menyatukan proyek ini adalah keterkaitan tersembunyi di alam. Para seniman mengacu pada penelitian ilmiah, bahan-bahan alami, dan eksperimen bunyi untuk menghadirkan proses-proses yang sulit dilihat secara langsung. Hutan bukan sekadar dekorasi bagi karya-karya itu, melainkan lingkungan yang terhubung dengannya secara makna dan material.

Ketika proses alam menjadi terdengar

Rute seni “Membuat yang Tak Terlihat Menjadi Terlihat 2026” | Hutan Amsterdam

Dalam instalasi Halitus Terrae seniman Henk Schut menggunakan corong monumental dari kuningan daur ulang yang digantung di antara pepohonan. Bunyi rendahnya dibentuk berdasarkan data ekologis yang dikumpulkan di Hutan Amsterdam secara waktu nyata. Perubahan lingkungan alam yang tidak selalu dapat dijangkau penglihatan di sini menjadi bagian dari pengalaman bunyi.

Karya ini menarik perhatian pada kenyataan bahwa hutan terus berubah, bahkan ketika wujudnya tampak tak bergerak. Data yang biasanya disajikan dalam angka dan grafik memperoleh perwujudan fisik — bunyi yang dapat didengar dan dirasakan.

Pendekatan lain disajikan dalam karya Het Verstrengelde Lijf karya Dasha Tsapenko dan Pim van de Noort. Para seniman menciptakan struktur hidup dari potongan kayu dan miselium — jaringan benang jamur. Pengunjung diajak berbaring di antara elemen-elemen instalasi dan merasakan berada di dalam gambaran keterkaitan bawah tanah yang turut menghidupkan hutan.

Di sini, yang penting bukan hanya apa yang digambarkan, tetapi juga bagaimana manusia berinteraksi dengan karya itu. Alih-alih mengamati dari luar, muncul kesempatan untuk merasakan secara fisik ruang yang dibangun di sekitar gagasan saling ketergantungan organisme hidup.

Tanah menyimpan sejarah, dan iklim meninggalkan jejak

Dalam karya Dust of Time karya Sigrid Bannenberg, tanah dihadirkan sebagai arsip sejarah alam. Serbuk sari yang terawetkan di dalamnya memungkinkan penelitian perubahan vegetasi dan lingkungan selama kurun waktu yang panjang. Apa yang biasanya dipersepsikan sebagai tanah biasa di bawah kaki ternyata merupakan pembawa informasi tentang masa lalu.

Seniman Sanmin O dalam proyek Borrowed Skin Ia membahas dampak perubahan iklim terhadap tanah hutan. Patung-patung tekstil yang dapat berfungsi sebagai kostum yang dikenakan menciptakan gambaran lingkungan alam yang berubah. Pola-polanya terkait dengan ritme kelembapan, kekeringan, dan keterkaitan bawah tanah.

Dalam instalasi Living Soil biro desain Inside Outside membuat kehidupan tanah terasa secara visual. Proyek ini dikembangkan bekerja sama dengan para spesialis dari berbagai bidang dan ilmuwan Naturalis, Universitas Wageningen, dan pusat penelitian Vrije Universiteit Amsterdam. Bahasa seni di sini membantu menghadirkan ekosistem kompleks yang biasanya luput dari pandangan.

Cara lain untuk mengubah persepsi yang biasa ditawarkan oleh Bad in het Bos karya Jasper Koopmans. Pengunjung dapat berbaring di dalam bak mandi di antara pepohonan dan mendengarkan kisah sebuah pohon tua. Karya ini mengacu pada praktik mandi hutan Jepang — shinrin-yoku — dan mengajak kita memandang hutan tidak hanya secara visual, tetapi juga melalui pendengaran, sensasi tubuh, dan jeda dari ritme yang biasa.

Rute ini dilengkapi dengan film dokumenter The Underground Astronaut karya sutradara Marleijne van der Werf. Di dalamnya, ahli biologi evolusi Toby Kiers meneliti jaringan jamur global dan perannya dalam ekosistem.

Jaringan jamur terpenting: Toby Kiers dalam film “Astronaut Bawah Tanah”

Seni pandangan yang penuh perhatian

Karya-karya dalam pameran ini menawarkan berbagai cara untuk mendekati yang tak terlihat: mendengar data tentang lingkungan, merasakan struktur jaringan jamur, melihat tanah sebagai arsip, atau membayangkan kehidupan hutan dari sudut pandang yang berbeda dari manusia. Tema-tema ilmiah dan ekologis di sini tidak sekadar diilustrasikan — tema-tema itu menjadi bagian dari pengalaman pribadi pengunjung.

Di sinilah letak keistimewaan proyek ini. Untuk mengenal karya-karyanya, kita perlu bergerak di antara pepohonan, berhenti, menyimak, dan memperhatikan detail. Pengunjung tidak menerima satu penjelasan tunggal yang sudah jadi tentang alam, melainkan berjumpa dengan beberapa cara untuk mempersepsikannya.

Pameran ini juga mengubah cara pandang terhadap hutan itu sendiri. Hutan tampil bukan hanya sebagai tempat untuk berjalan-jalan atau beristirahat, tetapi juga sebagai sistem keterkaitan yang kompleks, di mana manusia hanyalah salah satu bagiannya. Banyak dari proses-proses ini sudah ada di sini sejak dahulu; rute seni ini membantu kita menyadarinya dan melihat lingkungan yang biasa dalam konteks baru.

Het Onzichtbare Zichtbaar terbuka hingga 1 November 2026. Rutenya gratis, karya-karya di ruang terbuka dapat diakses dari matahari terbit hingga terbenam. Untuk berjalan-jalan sebaiknya sediakan waktu sekitar satu jam; mengunjungi pusat informasi Boswinkel, tempat film diputar dan peta dibagikan, akan menambah total waktu menjadi sekitar satu setengah hingga dua jam.

Pameran di Hutan Amsterdam menunjukkan bagaimana seni dapat memperluas persepsi tanpa mengubah ruang di sekitarnya secara besar-besaran. Terkadang cukup dengan melihat lebih saksama apa yang sudah ada di dekat kita — dan lanskap yang biasa pun terbuka sebagai dunia yang sebelumnya hampir tidak kita perhatikan.

23 Tampilan

Sumber-sumber

  • Amsterdamse Bos

  • Городской сайт Амстердама

Komentar

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.