Terumbu Karang Raksasa Seukuran Vatikan: Apa yang Tersembunyi di Kedalaman Lepas Pantai Argentina

Diedit oleh: Svitlana Velhush

Sunday Safari: A "hidden city" 2.4 miles under the sea. 🌊🏙️ Reflecting on the massive February 2026 discovery by the Schmidt Ocean Institute: researchers documented a Bathelia candida coral reef off Argentina that is roughly the size of Vatican City. Living in total darkness,

Reply

Para ilmuwan merencanakan ekspedisi di lepas pantai Argentina demi rembesan metana dingin, namun alih-alih oase kehidupan kimiawi yang diharapkan, kamera justru merekam sesuatu yang sama sekali berbeda. Di Atlantik Selatan, pada kedalaman enam ratus meter ke bawah, ditemukan terumbu karang Bathelia candida terbesar yang pernah diketahui — sebuah struktur yang luasnya mendekati Vatikan. Ekspedisi di atas kapal Falkor (too) dengan wahana SuBastian awalnya mencari sesuatu yang lain, namun justru menemukan sebuah dunia yang keberadaannya hampir tidak disadari oleh ilmu pengetahuan.

Ilmuwan utama ekspedisi, Maria Emilia Bravo dari Universitas Buenos Aires dan CONICET, mengakui bahwa tim tidak menyangka akan adanya kepadatan kehidupan seperti itu di kedalaman Argentina. Terumbu karang tersebut membentang lebih dari empat ratus kilometer persegi dalam hal akumulasi yang diketahui, meskipun bagian utamanya menempati sekitar 0,4 kilometer persegi. Karang air dingin ini tumbuh lambat, berumur panjang, dan menciptakan arsitektur tiga dimensi tempat puluhan spesies menemukan perlindungan, makanan, dan tempat berkembang biak. Justru di sekitar terumbu karang inilah banyak dari dua puluh delapan kandidat spesies baru terkonsentrasi — siput, bulu babi, anemon laut, dan cacing yang masih harus dideskripsikan.

Selain terumbu karang, kamera mengabadikan bangkai paus pertama yang didokumentasikan di perairan Argentina pada kedalaman hampir 3890 meter. Kerangka yang tergeletak di dasar laut itu telah berubah menjadi oase yang nyata: hiu, kepiting, dan cacing Osedax pemakan tulang menggunakannya sebagai sumber makanan untuk beberapa dekade mendatang. Di dekat "pemakaman" ini, para ilmuwan juga melihat ubur-ubur hantu raksasa yang sangat langka, Stygiomedusa gigantea — makhluk dengan payung berdiameter hingga satu meter dan tentakel-lengan sepanjang hingga sepuluh meter, yang di sekitarnya ikan-ikan lincah menemukan tempat perlindungan sementara.

Ekspedisi tersebut juga mencatat jejak kehadiran manusia: kantong plastik, jaring ikan, dan bahkan kaset video VHS dalam kondisi yang hampir sempurna. Plastik yang bertahan selama beberapa dekade telah mencapai kedalaman lebih dulu daripada kamera ilmiah. Ini bukan sekadar sampah biasa — melainkan pengingat bahwa sudut-sudut planet yang paling terpencil sekalipun tidak lagi tidak tersentuh. Ahli biologi Melisa Fernandez Severini dari Institut Oseanografi Argentina mencatat bahwa sampel yang dikumpulkan akan membantu memahami tidak hanya kekayaan, tetapi juga kerentanan ekosistem ini.

Terumbu karang laut dalam dan rembesan metana berfungsi sebagai mata rantai penghubung dalam jaringan kehidupan yang luas, di mana energi tidak berasal dari matahari, melainkan dari reaksi kimia atau sisa-sisa yang jatuh dari atas. Ketika salah satu "kota" bawah air seperti itu ternyata lebih besar dari yang diperkirakan, hal ini mengubah persepsi tentang betapa sedikitnya yang kita ketahui mengenai 98 persen ruang hidup di Bumi. Penemuan ini menunjukkan: apa yang tampak kosong dan gelap, pada kenyataannya bisa dipenuhi dengan kehidupan yang mudah hancur oleh satu gerakan pukat yang tidak hati-hati atau pembuangan limbah.

Kedalaman Argentina kini menjadi contoh bagaimana temuan yang tidak disengaja mampu menulis ulang peta keanekaragaman hayati di seluruh wilayah. Dua puluh delapan spesies yang berpotensi baru, terumbu karang yang memecahkan rekor, dan bangkai paus pertama yang terekam dalam film — semua ini adalah hasil dari satu ekspedisi yang "meleset" dari targetnya. Penemuan semacam ini membuat kita bertanya-tanya: berapa banyak lagi dunia tersembunyi yang menunggu waktunya di tempat-tempat yang belum pernah diselami oleh kamera mana pun.

Setiap jendela baru ke dunia laut dalam mengingatkan bahwa perlindungan habitat yang rentan dimulai dengan mempelajarinya dan mengakui nilainya bagi seluruh planet.

3 Tampilan

Sumber-sumber

  • Scientists went looking for cold seeps off Argentina and found almost none, but what they found instead broke records with a giant coral reef, 28 possible new species, and a whale fall no one had ever filmed

Komentar

Baca lebih banyak artikel tentang topik ini:

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.