Satu setengah tahun yang lalu, putri salah satu pendiri Steakhouse Financial, Adrian Cachineru, lahir. Dia yakin: kemungkinan besar putrinya tidak akan pernah membuka rekening bank tradisional. Sebaliknya, dia akan menyimpan uangnya di dompet digital dengan stablecoin dan aset yang ditokenisasi. Gagasan ini sudah menentukan strategi perusahaan, yang mengelola lebih dari empat miliar dolar dalam simpanan blockchain.
Para ahli dari Binance, Standard Chartered, dan perusahaan lain melihat tren yang sama. Pengguna muda di pasar negara berkembang sudah lebih memilih aplikasi di mana pembayaran, tabungan, dan investasi terjadi di satu tempat. Visa mencatat perputaran miliaran dolar dalam stablecoin dalam transaksi ritel kecil. Standard Chartered memprediksi peningkatan peredarannya tujuh kali lipat — hingga dua triliun dolar pada tahun 2028.
Ini bukan tentang hilangnya bank sepenuhnya. Bank tetap menjadi penyedia infrastruktur, simpanan yang teregulasi, dan penyelesaian grosir. Stablecoin mengambil alih pembayaran dan transfer ritel, sementara simpanan bank yang ditokenisasi mengambil alih aliran institusional besar. Batasan antara platform tradisional dan kripto semakin kabur: bank meluncurkan layanan kripto, dan perusahaan kripto menawarkan kartu debit dan rekening.
Bagi penduduk asli digital, internet bukanlah hal baru, melainkan sebuah keniscayaan. Mereka mengharapkan uang bergerak secara instan, sepanjang waktu, dan tanpa perantara. Transfer dalam stablecoin sudah memakan waktu menit, bukan hari. Sementara itu, regulator dan keamanan tetap menjadi masalah utama: pengoperasian aset secara mandiri sepenuhnya membawa risiko kehilangan tanpa kemungkinan pemulihan.
Konvergensi menuju model aplikasi super. Pengguna melihat dalam satu antarmuka uang tunai, simpanan bank yang ditokenisasi dari berbagai bank, stablecoin, dan dana. Bank tidak hilang, tetapi peran mereka berubah: dari satu-satunya tempat penyimpanan uang, mereka berubah menjadi salah satu elemen ekosistem keuangan yang lebih luas.
Transfer uang sederhana dapat menjadi momen ketika perbedaan menjadi jelas bagi jutaan orang. Bagi mereka yang tumbuh dengan ponsel di tangan, pilihan antara rekening tradisional dan dompet digital tidak lagi tampak sebagai pilihan yang menguntungkan yang lama.

