Ford memutuskan untuk merevolusi aksesibilitas teknologi otonom. Perusahaan telah membawa sistem bantuan pengemudi canggih dari segmen premium ke pasar massal – sebuah strategi yang sangat berbeda dari pendekatan para pesaingnya. Mulai tahun 2027, platform UEV baru akan menampilkan perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang ulang, dan pada tahun 2028, teknologi Level 3 dengan pelepasan tangan dan mata sepenuhnya dari jalan akan tersedia.
Kunci pergeseran ini adalah keputusan untuk mengembangkan semuanya sendiri alih-alih membeli solusi jadi dari pemasok eksternal. Insinyur Ford menciptakan modul tunggal yang menggabungkan infotainment, sistem bantuan pengemudi, audio, dan fungsi jaringan ke dalam satu chip. Hasilnya: komponen tersebut berukuran setengahnya, dan biaya produksi fitur-fitur canggih turun 30 persen dibandingkan dengan pengadaan eksternal. Integrasi vertikal ini memungkinkan Ford mengontrol kualitas, kecepatan pembaruan, dan yang terpenting, harga. Sebanyak 1,22 juta mobil dengan sistem BlueCruise sudah beredar di jalan (per akhir tahun 2025), mengumpulkan jutaan jam data nyata – 3,8 juta jam hanya pada tahun 2025 – yang terus menyempurnakan algoritma setiap hari.
Platform UEV awalnya dikembangkan sebagai dasar serbaguna untuk kendaraan listrik generasi baru yang terjangkau. Mobil produksi pertama – sebuah truk pikap ringkas dengan harga sekitar 30.000 dolar – akan muncul pada tahun 2027. Arsitektur otonomi baru juga akan debut di mobil ini. Kombinasi efisiensi biaya dan teknologi canggih ini secara langsung berlawanan dengan apa yang terjadi pada pesaing: misalnya, sistem L3 dari General Motors akan muncul pertama kali di Cadillac Escalade IQ dengan harga lebih dari 140.000 dolar.
Strategi ini tidak terbentuk secara kebetulan. Dalam beberapa tahun terakhir, Ford secara signifikan mengorientasikan ulang dirinya pada model-model ringkas dan massal serta mengurangi investasi pada kendaraan listrik besar yang mahal. Pengembangan internal memberi perusahaan sesuatu yang tidak dapat disediakan oleh pemasok eksternal: kontrol penuh atas arsitektur, optimalisasi biaya, dan fleksibilitas dalam penskalaan. Hasilnya jelas: fitur-fitur canggih tidak akan lagi menjadi hak istimewa bagi pemilik mobil seharga 70.000–100.000 dolar.
Bagi pembeli biasa, ini berarti bahwa dalam satu atau dua tahun, mereka dapat membeli kendaraan listrik dengan sistem berkendara hands-free yang andal, dan satu tahun kemudian, dengan kemampuan L3 (mata-off). Teknologi ini tidak hanya akan tersedia di AS: Ford berjanji akan ekspansi bertahap ke pasar lain bersama dengan platform itu sendiri. Pertanyaan utamanya adalah seberapa cepat regulator di berbagai negara akan menyetujui aturan untuk berkendara tanpa pengawasan visual.
Dampak jangka panjangnya jelas: adopsi massal sistem otonom dapat secara signifikan mengurangi jumlah kecelakaan jalan raya yang disebabkan oleh faktor manusia dan membuat perjalanan sehari-hari lebih nyaman. Yang terpenting adalah keterjangkauan tersebut tidak mengorbankan keselamatan, dan data dari jutaan mobil terus bekerja untuk kebaikan bersama.


