Model kecerdasan buatan baru mampu memantau satelit dan mendeteksi penyimpangan dalam perilakunya, sehingga mengurangi risiko tabrakan di orbit. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Expert Systems 27 September 2026 tahun.
Pengembangan ini dilakukan dalam kerangka proyek AI4 Space Safety and Sustainability dengan dukungan UK Space Agency. Konsorsium ini mencakup organisasi-organisasi dari negara-negara FVEY: Australia, Kanada, Selandia Baru, Britania Raya, dan Amerika Serikat.
Proyek ini dipimpin oleh Profesor Massimiliano Vasile, Direktur Aerospace Centre of Excellence di Universitas Strathclyde. Di antara para pesertanya adalah Alan Turing Institute, Universitas Arizona, MIT, Universitas Waterloo, serta perusahaan GMV, Columbiad, LMO, dan Zendir.
Model yang diciptakan di Defence AI Research Centre (DARe) Alan Turing Institute ini menjadi yang pertama mampu memprediksi anomali dan pergerakan satelit berdasarkan cahaya yang dipantulkannya — yang disebut light curves.
Setiap tahun orbit semakin padat: pada tahun 2025 lebih dari 4000 satelit baru diluncurkan, dibandingkan dengan 159 pada tahun 2000. Alat otomatis ini membantu menangani pemantauan dan pengelolaan lalu lintas antariksa.
Model ini dilatih dengan data kecerahan satelit dalam jumlah besar yang dikumpulkan oleh teleskop, lalu dilatih lebih lanjut dengan simulasi dari Strathclyde dan GMV. Secara real-time, model ini menganalisis data observatorium dan menandai anomali untuk diteliti lebih lanjut oleh para ahli.
Pengujian menunjukkan akurasi pendeteksian light curves yang tidak biasa pada tingkat 88 %. Sistem ini juga membedakan perilaku satelit seperti rotasi dan tumbling — hal ini penting untuk perawatan di orbit dan perpanjangan masa pakai wahana.
Bagaimana tepatnya kombinasi data cahaya, radar, dan sumber lain akan mengubah pendekatan terhadap perlindungan satelit dalam beberapa tahun mendatang?
Profesor Vasile mencatat bahwa dengan AI4S3, mereka berhasil menunjukkan bagaimana AI membantu menganalisis perilaku objek antariksa bahkan hanya dari satu piksel di langit. Langkah selanjutnya dari proyek ini mencakup integrasi data multimodal — radar, pengukuran hiperspektral, dan informasi orbit.


