Di divisi hutan Indore, selama tujuh tahun berturut-turut tercatat kasus serangan macan tutul terhadap ternak. Ternyata, insiden tersebut tidak tersebar merata di seluruh wilayah, melainkan terkonsentrasi di beberapa 'titik panas' yang berulang.
Menurut penilaian nasional tahun 2024, di India terdapat sekitar 13 874 macan tutul. Namun, jumlah total hewan tidak banyak membantu memprediksi di mana insiden berikutnya akan terjadi. Macan tutul mudah beradaptasi dengan lanskap pertanian dan pinggiran pemukiman, sehingga kunci pengelolaan konflik tidak terletak pada skala nasional, melainkan pada lokasi-lokasi spesifik.
Analisis catatan kompensasi untuk ternak yang mati di Indore menunjukkan: 172 'sel panas' yang signifikan secara statistik hanya mencakup 22 persen dari luas hutan. Sementara itu, banyak seksi yang mencatat serangan selama lima tahun atau lebih berturut-turut. Area berulang seperti ini paling sering berada di perbatasan antara hutan dan ladang, atau di sekitar kantong-kantong kecil dengan aktivitas manusia.
Pola serupa juga terlihat di wilayah lain—dari Junner di Maharashtra hingga sekitar Corbett. Dalam setiap kasus, konflik terkonsentrasi di perkebunan teh tertentu, ladang beririgasi, atau tepi hutan, bukan tersebar merata. Ini berarti rencana aksi nasional yang seragam tidak efektif.
Solusinya adalah dengan pencatatan digital yang sistematis dengan koordinat GPS. Data semacam ini memungkinkan pembuatan peta titik panas dan mengarahkan sumber daya secara tepat ke tempat yang membutuhkan: memperkuat kandang, menyesuaikan patroli, dan melakukan kerja yang ditargetkan dengan penduduk setempat. Menyebarkan tindakan mahal ke seluruh divisi tidak masuk akal.
Teknologi seperti drone termal juga berguna, tetapi hanya sebagai pelengkap untuk memahami pola lokal. Yang terpenting adalah berhenti bereaksi terhadap setiap kasus secara terpisah dan mulai mengelola risiko yang berulang di tingkat lanskap tertentu.
Ketika data konflik menjadi dasar untuk keputusan yang tepat sasaran, macan tutul dan manusia dapat berbagi ruang dengan kerugian yang lebih kecil bagi kedua belah pihak.


