Langkah Bersejarah: Penghapusan Kontrol Perbatasan dan Pembongkaran Pagar di Perbatasan Spanyol-Gibraltar

Penulis: Tatyana Hurynovich

Langkah Bersejarah: Penghapusan Kontrol Perbatasan dan Pembongkaran Pagar di Perbatasan Spanyol-Gibraltar-1

Pada 15 Juli 2026, pemberlakuan sementara perjanjian antara Uni Eropa dan Inggris mulai efektif, yang menandai berakhirnya pemeriksaan orang di perbatasan darat antara Spanyol dan Gibraltar. Pembongkaran pagar pembatas yang telah berdiri selama bertahun-tahun ini membuka babak baru dalam hubungan kedua wilayah tersebut, meski belum menyelesaikan sengketa kedaulatan atas Karang Gibraltar yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Inti dari Perjanjian Baru

Format baru ini dirancang untuk mengakomodasi realitas sehari-hari di kawasan tersebut, di mana ribuan orang melintasi perbatasan setiap hari untuk bekerja, belajar, berbelanja, maupun kunjungan pribadi. Perjanjian tersebut menghapus hambatan fisik dan birokrasi antara Gibraltar dan kota La Línea de la Concepción di Spanyol, sehingga mempermudah mobilitas, perdagangan, serta fungsi pasar tenaga kerja bersama.

Penting untuk dicatat bahwa penghapusan kontrol perbatasan ini tidak mengubah status Gibraltar dan tidak memengaruhi posisi mendasar Madrid maupun London terkait masalah kedaulatan. Sebagai gantinya, kontrol masuk ke zona Schengen dipindahkan ke pelabuhan dan bandara Gibraltar, yang memungkinkan dihindarinya pemeriksaan ketat dan antrean panjang di perlintasan darat utama.

Dari Perdamaian Utrecht hingga "Tirai Besi" Franco

Pagar fisik yang menjadi simbol pemisah ini didirikan oleh otoritas Inggris pada awal abad ke-20, namun akar konfliknya bermula sejak tahun 1713. Melalui Perjanjian Damai Utrecht yang mengakhiri Perang Suksesi Spanyol, Spanyol menyerahkan kota dan benteng Gibraltar beserta pelabuhan dan struktur pertahanannya kepada Inggris. Sejak saat itu, Madrid tidak pernah melepaskan klaimnya atas wilayah tersebut, sementara London bersikeras pada hak penduduk Gibraltar untuk menentukan masa depan mereka sendiri secara mandiri.

Periode paling dramatis dalam sejarah perbatasan ini terjadi pada masa kediktatoran Francisco Franco. Pada tahun 1969, menyusul pengesahan konstitusi baru di Gibraltar dan referendum tahun 1967 (di mana mayoritas besar penduduk memilih untuk tetap berhubungan dengan Inggris), Spanyol menutup perbatasan secara total. Keputusan ini memutus hubungan keluarga, kerja, dan perdagangan selama lebih dari sepuluh tahun, yang menyebabkan ribuan pekerja Spanyol kehilangan akses ke lapangan kerja di Gibraltar dan memisahkan banyak keluarga.

Normalisasi Bertahap dan Bayang-bayang Brexit

Proses normalisasi dimulai pada Desember 1982 dengan diizinkannya lalu lintas pejalan kaki, sedangkan pergerakan penuh orang, kendaraan, dan barang baru dipulihkan pada 5 Februari 1985, sesaat sebelum Spanyol bergabung dengan Komunitas Ekonomi Eropa. Meski demikian, pemeriksaan perbatasan dan antrean panjang tetap menjadi sumber ketegangan yang terus-menerus, yang sering kali digunakan sebagai instrumen tekanan politik.

Situasi kembali memanas setelah referendum Brexit pada tahun 2016. Hampir 96% pemilih di Gibraltar memilih untuk tetap menjadi anggota Uni Eropa, namun wilayah tersebut terpaksa meninggalkan blok tersebut bersama Inggris. Masalah Gibraltar tidak dimasukkan ke dalam perjanjian utama yang mengatur hubungan antara London dan Brussel pasca-Brexit, sehingga menjadi subjek jalur negosiasi yang terpisah. Selama beberapa tahun, ketiadaan kesepakatan final memicu ketidakpastian mengenai masa depan perbatasan dan ekonomi di wilayah Campo de Gibraltar.

Era Baru Tanpa Hambatan Fisik

Kompromi yang dicapai antara Uni Eropa dan Inggris memungkinkan dihindarinya dampak negatif dari pemberlakuan rezim perbatasan "keras" yang baru. Lebih dari tiga abad setelah Perjanjian Utrecht dan empat dekade setelah pembukaan kembali perlintasan perbatasan secara penuh, hilangnya pagar pembatas tersebut menghapus salah satu simbol paling mencolok dari hubungan yang rumit ini.

Meskipun pembongkaran pagar ini tidak mengakhiri sengketa diplomatik lama seputar Karang Gibraltar, langkah ini memungkinkan penghapusan hambatan fisik yang selama berpuluh-puluh tahun menyulitkan kehidupan sehari-hari para pekerja dan keluarga di kedua sisi perbatasan, serta membuka jalan bagi kerja sama regional yang lebih erat, pragmatis, dan bebas.

 

18 Tampilan

Sumber-sumber

  • Отмена пограничного контроля между Испанией и Гибралтаром: новый этап отношений

Baca lebih banyak artikel tentang topik ini:

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.