Pada 29 Oktober 2026, Priyanka Chopra mengunggah foto telapak tangannya dengan gambar mehndi DIY yang rapi ke story Instagram. Dalam pola itu terjalin inisial suaminya, Nick Jonas, dan putrinya, Malti Marie — bukan sekadar penghormatan pada perayaan, melainkan tanda personal.
Aktris itu memakai trik khas India: setelah pasta mengering, ia mengoleskan chashni — sirup gula — agar warnanya lebih pekat. Keterangannya berbunyi: «DIY..Piya ke naam ki… happy karwachauth to all those celebrating». Di story berikutnya ia bertanya: «The question is does the chashni work? IYKYK» — singkat dan terasa seperti di rumah sendiri, tanpa kilau Hollywood.
Pada hari yang sama, Priyanka mengenakan kurta merah tradisional, menjalankan puasa, dan mengabadikan momen saat Malti memeluk ayahnya. Keluarga itu merayakan hari raya di Los Angeles, jauh dari India, tetapi sesuai dengan segala aturannya.
Gestur ini menunjukkan bagaimana Priyanka menjalin tradisi India ke dalam kehidupan Amerika. Nick sudah beberapa kali ikut serta dalam ritual, dan kini sang putri pun melihat bahwa Karva Chauth bukan hanya soal istri berpuasa untuk suami, tetapi juga tentang ikatan keluarga bersama. Inisial Malti dalam pola itu mengubah kebiasaan kuno menjadi kode keluarga yang modern.
Berbeda dari foto-foto yang penuh penataan, story ini terasa spontan: tangan berlumur pasta, pertanyaan soal chashni, pelukan dengan putrinya. Justru hal-hal kecil seperti inilah yang memungkinkan sang bintang menjaga hubungan dengan akarnya tanpa mengubahnya menjadi pertunjukan.
Bagi Priyanka, yang hidup di antara dua budaya, ritual semacam ini menjadi cara untuk mewariskan rasa memiliki kepada putrinya. Malti tumbuh besar di Los Angeles, tetapi melalui momen-momen seperti ini ia belajar apa artinya menjadi bagian dari keluarga India yang besar.
Masih ada pertanyaan, bagaimana tradisi-tradisi kecil ini akan tampak sepuluh tahun lagi, ketika Malti sendiri tiba waktunya memutuskan apa dari warisan ibunya yang akan ia bawa serta.

