Musim panas tahun 2026 menjadi jauh lebih aktif dengan flare dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut data dari Laboratorium Astronomi Matahari IKI RAS, dari Juni hingga Agustus, tercatat 82 flare tingkat M dan lebih tinggi di Matahari, termasuk tiga peristiwa kelas X tertinggi. Tahun sebelumnya pada periode yang sama, flare kuat hanya 62, dan peristiwa X hanya dua. Sementara itu, jumlah hari dengan badai geomagnetik justru berkurang hampir setengahnya—dari 18 menjadi 9. Badai terkuat musim panas mencapai tingkat Kp=7,3 pada 4 Juli, sedangkan pada tahun 2025 puncaknya adalah Kp=8,0. Matahari memasuki musim gugur dalam keadaan yang relatif tenang, hampir tanpa aktivitas flare yang signifikan.
Jeda ini tidak berlangsung lama. Pada 2 September tahun 2026 pukul 19:20 UTC, di wilayah aktif baru nomor 4524 yang baru mulai muncul dari tepi timur laut piringan matahari, terjadi flare kelas M3.0. Peristiwa ini berlangsung dari 18:57 hingga 19:48 UTC. Hal ini menyebabkan pemadaman radio tingkat R1 di sisi siang Bumi—dari Amerika Utara hingga Hawaii. Komunikasi frekuensi tinggi untuk sementara memburuk karena penyerapan sinyal di ionosfer. Wilayah ini baru saja muncul ke sisi yang menghadap Bumi, dan dalam dua minggu ke depan dapat terus menghasilkan flare. Bersamaan dengan flare tersebut, tercatat lontaran massa korona yang sebagian besar mengarah ke timur.
Pada hari yang sama, di bagian timur dan tengah Samudra Pasifik, tiga siklon tropis aktif secara bersamaan. Badai Lowell dengan cepat menguat ke kategori 5 dengan angin sekitar 160 mil per jam, menjadi badai pertama di bagian tengah cekungan sejak tahun 2018. Badai Karina tetap mempertahankan kekuatan kategori 4, sementara badai tropis Marie di dekat pantai Meksiko mendekati status badai. Ketiga sistem tersebut berada di sisi siang planet pada saat flare terjadi. Beberapa pengamat mencatat kebetulan: radiasi sinar-X tepat terjadi di wilayah siklon aktif, yang kembali menarik perhatian pada kemungkinan hubungan antara aktivitas matahari dan sirkuit listrik global Bumi.
Pada pagi hari 3 September, kondisi geomagnetik tetap tenang. Sebagian besar lontaran massa telah bergerak ke timur, dan gangguan serius pada medan magnet tidak diperkirakan terjadi. Wilayah aktif baru akan terus berotasi menuju Bumi, dan para ahli memantau perkembangannya dengan cermat. Musim panas menunjukkan bahwa bahkan di tengah penurunan siklus matahari, aktivitas flare dapat memberikan kejutan, dan musim gugur baru saja dimulai.



