Di cagar alam Nosterfield di Yorkshire Utara, musim panas ini untuk pertama kalinya dalam seratus tahun, cahaya hijau kecil bersinar. Kunang-kunang betina biasa (Lampyris noctiluca) kembali menarik pejantan dengan 'obor cinta' mereka—dan ini bukan kebetulan, melainkan hasil kerja keras para sukarelawan dan ahli ekologi Pete Cooper.
Kunang-kunang hampir menghilang dari wilayah ini karena hilangnya habitat yang sesuai, pencahayaan, dan berkurangnya siput—makanan utama larva. Para sukarelawan mengumpulkan sejumlah kecil individu dari lokasi donor, membiakkan ratusan larva di gudang taman di Bristol, dan melepaskannya pada tahun 2024. Siklus perkembangan dua tahun berarti bahwa individu dewasa pertama baru muncul sekarang.
Keberhasilan proyek ini menunjukkan betapa pentingnya setiap detail: larva membutuhkan tanah lembab, naungan, dan banyak siput, sedangkan dewasa membutuhkan kegelapan total. Bahkan upaya sederhana dalam penangkaran dan pemindahan dapat mengembalikan spesies ke wilayah bersejarah di mana ia dianggap punah.
Tahun ini tim telah menyiapkan 1900 larva lagi untuk pelepasan baru. Inisiatif semacam itu mengingatkan kita bahwa hilangnya kunang-kunang bukanlah keniscayaan, melainkan akibat dari perubahan spesifik dalam lanskap dan pencahayaan yang dapat dibalik.
Kembalinya kunang-kunang di Yorkshire adalah contoh nyata bagaimana tindakan lokal menghubungkan benang-benang ekosistem yang terputus dan mengembalikan kepada manusia perasaan akan malam yang hidup dan bercahaya.


