Di Shanghai pada 11 Oktober 2026, berkumpul 42 pengusaha puncak dari 14 negara dalam pertemuan ke-38 penasihat internasional wali kota. Mereka membahas bukan tren abstrak, melainkan cara-cara konkret untuk mengubah kecerdasan buatan dan sektor jasa menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi perusahaan global dan kota-kota.
Tema pertemuan — «mendorong pengembangan inovatif bidang jasa Shanghai» — terdengar sebagai sinyal langsung bagi investor. Kepala Goldman Sachs John Waldron mencatat terbentuknya «siklus super investasi» di bawah pengaruh AI. Menurutnya, korporasi transnasional sudah aktif menerapkan solusi mereka sendiri di bidang kecerdasan buatan, menarik talenta dan modal. Transparansi regulasi dan penyederhanaan aliran data lintas batas menjadi rekomendasi utama untuk menarik dana.
Shanghai menetapkan target ambisius: pada 2030 meningkatkan nilai tambah jasa menjadi 6 triliun yuan. Ini bukan sekadar angka — ini taruhan pada «basis yang tangguh» bagi ekonomi, tempat layanan modern berpadu dengan produksi canggih. Perusahaan swasta Tiongkok untuk pertama kalinya menerima undangan ke pertemuan itu, yang menegaskan pergeseran: bisnis lokal kini tidak hanya menerima saran, tetapi juga menawarkan solusi mereka sendiri dalam AI dan robotika.
Perhatian khusus diberikan pada «ekspansi ke luar negeri». Bank seperti DBS membantu perusahaan Tiongkok dengan teknologi finansial, pembayaran lintas batas dalam yuan, dan pembiayaan berkelanjutan. Pada saat yang sama, para CEO Barat aktif bertukar kontak dengan startup Shanghai di bidang embodied AI — robot yang mampu bekerja di produksi nyata. Ini bukan amal: perusahaan mencari pasar dan rantai pasok baru, tempat AI menekan biaya dan mempercepat pertumbuhan.
Investor melihat Shanghai bukan sekadar pasar, melainkan mitra jangka panjang. Dalam beberapa tahun terakhir, ratusan kantor pusat regional dan pusat R&D perusahaan asing dibuka di sini. Volume investasi asing langsung tumbuh, dan tiga industri terdepan — cip, biomedis, dan AI — sudah melampaui 2 triliun yuan. Para pengusaha menegaskan: keberhasilan menuntut bukan rencana lima atau sepuluh tahun, melainkan kesiapan untuk tumbuh bersama kota selama puluhan tahun, dengan berinvestasi pada talenta dan infrastruktur.
Bagi investor swasta ini adalah sinyal: modal semakin aktif berpindah ke tempat yang memadukan prediktabilitas regulasi, akses ke data, dan potensi manusia. AI dalam layanan bukan istilah mode, melainkan alat yang sudah mengubah cara perusahaan menghasilkan uang dan cara kekayaan global didistribusikan. Mereka yang lebih dahulu melihat arus ini akan memperoleh keunggulan pada dekade berikutnya.


