Thailand memberlakukan Travel Rule untuk kripto: anonimitas memberi jalan pada kontrol mulai Februari 2027

Diedit oleh: Yuliya Shumai

🏛️ POLICY: Thailand’s new Travel Rule will make regulated crypto platforms collect sender and recipient details for coin transfers from Feb. 27, 2027. Transfers above 30,000 baht face extra checks, including ownership verification when funds arrive from a self-hosted wallet.

Reply

Di dunia di mana mata uang kripto menjanjikan kebebasan dari belenggu perbankan, Thailand mengingatkan: bahkan aset digital tidak luput dari aturan umum dunia keuangan. Pada 2 September 2026, Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) negara tersebut secara resmi menyetujui aturan Travel Rule untuk operator aset digital. Mulai 27 Februari 2027, mereka wajib mengumpulkan dan mengirimkan data tentang pihak-pihak dalam setiap transaksi.

Persyaratan baru, yang tertuang dalam pemberitahuan SEC No. SorThor. 9/2569, berlaku untuk semua transfer tanpa kecuali. Untuk jumlah di atas 30 000 baht (sekitar 1000 dolar), perlu mencantumkan informasi tambahan: provinsi atau kota penerima, negara, dan nomor registrasi badan hukum. Operator harus memverifikasi bahwa klien benar-benar mengendalikan dompet yang di-host sendiri, melakukan uji tuntas terhadap pihak lawan, dan menyimpan data setidaknya selama lima tahun dengan akses cepat bagi regulator dalam dua tahun pertama.

Tujuannya jelas: mencegah pencucian uang, pendanaan terorisme, dan kejahatan teknologi. Aturan ini disusun bersama dengan Kantor Anti Pencucian Uang (AMLO) dan sesuai dengan standar FATF. Seperti disebutkan SEC, ini adalah langkah sementara sebelum penerapan norma AMLO yang lebih lengkap. Pelanggar menghadapi pencabutan izin.

Bagi pengguna biasa, ini berarti berakhirnya anonimitas yang biasa dinikmati saat menarik dana ke bursa atau antar platform. Transfer ke dompet yang di-host sendiri akan memerlukan konfirmasi kepemilikan, yang mempersulit skema yang biasa digunakan. Penukar dan kustodian akan mendapat waktu enam bulan untuk menyiapkan sistem transmisi data dan pemantauan—tugas yang tidak mudah, terutama dengan verifikasi alamat non-kustodian.

Bayangkan sebuah sungai: dulu kripto mengalir bebas seperti aliran gunung, melewati rintangan. Sekarang Thailand memasang pintu air—informasi tentang setiap tetes harus menyertai aliran. Ini tidak akan menghentikan sungai, tetapi membuatnya transparan bagi mereka yang memantau ketinggian air. Pada akhirnya, kripto semakin dekat dengan transfer tradisional: kenyamanan dan legitimasi meningkat, tetapi harganya adalah hilangnya sebagian privasi.

Dalam jangka panjang, langkah-langkah seperti ini mengintegrasikan aset digital ke dalam sistem keuangan global, tetapi pada saat yang sama meningkatkan ketergantungan pada regulator. Pengguna sebaiknya memikirkan sejak dini bagaimana menyimpan dan memindahkan dana agar tidak menghadapi hambatan tak terduga di tahun 2027.

26 Tampilan

Sumber-sumber

  • Thailand Finalizes Crypto Travel Rule With February 2027 Start Date

Baca lebih banyak artikel tentang topik ini:

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.