❓ PERTANYAAN:
Setelah membaca ulang buku "Illusions" karya R. Bach, muncul kembali sebuah pertanyaan mengenai alasan mengapa di tengah keberadaan guru-guru spiritual tingkat lanjut (termasuk Anda) yang benar-benar memahami mekanisme dunia dan pembentukan materi, tidak ada satu pun yang melakukan levitasi atau berjalan di atas air. Mengapa demikian? Apakah memang ada orang yang benar-benar mampu melakukannya? Apakah keajaiban-keajaiban ini sengaja tidak diperlihatkan kepada kita, ataukah para mesias modern tidak memiliki tingkatan spiritual yang sama?
❗️ JAWABAN lee:
Anda terjebak dalam logika "supranatural" sembari mengabaikan logika dari "keajaiban yang lumrah". Dalam logika "lumrah" ini, kita tidak merusak Permainan atau memaksakan aturan di atas persepsi kolektif, melainkan kita menyingkap cara kerja dunia yang sebenarnya. "Penyingkapan" ini memberikan kesempatan untuk menghapus segala batasan dari persoalan yang dihadapi saat ini. Artinya, seseorang dapat menjalani hidup sesuai keinginannya karena ia berhenti menentang dirinya sendiri, ambisi, serta kebutuhannya.
Dalam kerangka logika "supranatural" Anda, terdapat asumsi yang berbeda—yakni bukan untuk mengejar tujuan dan keinginan, melainkan untuk melanggar Aturan Permainan demi... untuk apa?
Coba lihat seperti ini. Seorang pemain sepak bola bisa menguasai permainan hingga level "Ballon d'Or" dan mendapatkan kepuasan serta kegembiraan murni dari kompetisi tersebut. Lalu, mengapa ia harus terbang di atas stadion hanya demi menghibur penonton? Sebagai seorang pemain bola, ia tidak akan mendapatkan apa pun dari "atraksi" semacam itu.
Apa gunanya semua itu? Sekadar memuaskan ego pribadi? Atau untuk menunjukkan kehebatan di depan orang lain?
Mengenai bagaimana materi terbentuk, hal itu sudah cukup jelas. Namun, apakah perlu meruntuhkan dinding jika pengetahuan tersebut sebenarnya lebih baik digunakan untuk "memperkokoh dinding" yang ada?
Proses penyampaian pengetahuan tidak akan berarti apa-apa jika tidak didasari oleh ketertarikan timbal balik antara pemberi dan penerima. Memang ada orang yang cenderung suka menunjukkan trik atau atraksi... namun seberapa banyak pengetahuan tentang makna hidup yang berhasil Anda dapatkan dari mereka?
Sebenarnya, Anda pun bisa menguasai levitasi. Namun, Anda harus melepaskan niat untuk mendemonstrasikannya. Lakukanlah hanya demi kepuasan pribadi semata. Berangkatlah dari pemahaman ini, dengan menyadari bahwa tidak akan ada yang melihatnya karena selama mereka belum percaya, mereka memang tidak akan bisa melihatnya. Jika kepuasan batin sudah cukup bagi Anda, maka Anda akan menguasai keahlian tersebut. Namun, begitu Anda menjadikan "pamer kemampuan istimewa" sebagai tujuan, saat itulah Anda akan terhempas kembali ke bumi. Sebab, hal tersebut merupakan pertentangan langsung terhadap hukum Permainan di dunia fisik ini.
Mengapa dianggap sebagai sebuah pertentangan? Nah, hal inilah yang justru perlu Anda sadari jika memang jalan ini menarik minat Anda.




