Untuk apa semua ini
❓PERTANYAAN:
Beginilah kita, manusia, insan terus berusaha, berkembang, pikiran ke sana, emosi ke sini, meditasi, pelatihan, transformasi.., lalu untuk apa semua ini? Tubuh hidup yang begitu cerdas, isi batin - bahkan melayang ke angkasa dengan lapisannya. Untuk apa semua ini diciptakan? Jawabannya - sekadar hidup. Tidak meyakinkan.
❗️JAWABAN lee:
Tentu saja, konsep «hidup untuk menciptakan keturunan…, lalu menghormati leluhur» tampak konyol. Keasyikan diri yang benar-benar bodoh, yang juga dicampur dengan aroma religius «agar pantas mendapatkan tempat di Surga» - ini untuk memperkuat keasyikan diri yang sama.
Sesuai dengan itu, Anda memiliki jawaban di dalam diri, dan Anda mengetahuinya secara naluriah. Dengan memahami diri sendiri, Anda mewujudkan jawaban ini ke tingkat kesadaran. Dan dalam proses ini, misalnya, meditasi dapat membantu – sebagai alat, bukan sebagai jawaban akhir. Jika tidak, ini akan menjadi keasyikan diri bodoh lainnya dalam semangat «hidup untuk tercerahkan dalam meditasi».
Namun, ketika Anda mulai memahami diri sendiri, jawaban Anda «siapakah aku» tidak hanya menjadi bermakna, tetapi juga cukup jelas menunjukkan makna Anda saat ini. Artinya, Anda selanjutnya tidak memerlukan jawaban eksternal lagi – Anda Tahu sendiri.




