Tim internasional yang dipimpin oleh SLAC National Accelerator Laboratory menyajikan bukti eksperimental yang meyakinkan tentang jenis magnetisme ketiga — altermagnetisme. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Science 29 Oktober 2026.
Selama hampir 90 tahun, para fisikawan meyakini bahwa magnetisme spontan hanya terbagi menjadi dua kelas: feromagnetisme dan antiferomagnetisme. Dalam feromagnet, spin elektron tersusun searah, menciptakan medan magnet yang nyata. Dalam antiferomagnet, spin yang berdekatan berarah berlawanan dan saling meniadakan.
Altermagnet menggabungkan ciri keduanya: magnetisasi nol seperti pada antiferomagnet, dan kemampuan menghasilkan arus terpolarisasi spin yang khas feromagnet. Kunci perbedaannya adalah rotasi kisi kristal di sekitar spin yang berorientasi berlawanan, yang melanggar simetri.
Para ilmuwan memusatkan perhatian pada mangan telurida (MnTe), yang selama puluhan tahun dianggap sebagai antiferomagnet biasa. Dengan menggunakan hamburan inelastik resonan sinar-X dengan dikroisme sirkular di sinkrotron Eropa ESRF, mereka menemukan sinyal kiral yang jelas.
Sinyal ini tidak mungkin muncul pada antiferomagnet klasik. Eksperimen pertama kali dilakukan pada tahun 2024, dan pada awal tahun 2025 diulang — hasilnya sama.
«Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan mengamati fenomena yang tidak sesuai dengan dikotomi feromagnetisme-antiferomagnetisme, — catat penulis utama Daniel Yost dari SLAC dan Stanford Institute for Materials and Energy Sciences. — Hasil kami memberikan konfirmasi eksperimental yang kuat bahwa fase ketiga — altermagnetisme — adalah nyata».
Penemuan yang pertama kali diusulkan secara teoretis pada tahun 2022 ini membuka jalan bagi material baru untuk spintronika. Altermagnet tahan terhadap medan eksternal dan sekaligus memungkinkan pengendalian arus spin tanpa kerugian yang melekat pada feromagnet.
Karya ini dilakukan dalam kerja sama dengan sinkrotron Eropa, Universitas Stanford, dan institusi lainnya. Karya ini memperkuat posisi altermagnetisme sebagai cabang mandiri fenomena magnetik.
Penemuan altermagnetisme sering disebut «Cawan Suci» fisika zat padat modern, karena menyatukan sifat terbaik dari dua jenis magnetisme klasik sekaligus menghilangkan kekurangan utamanya.
Sederhananya, altermagnetisme adalah «magnet tak kasat mata». Ia bekerja sangat cepat, seperti magnet biasa di cakram keras, tetapi tidak menciptakan medan magnet di sekitarnya dan hampir tidak memanas.
Inilah saat orang biasa benar-benar akan merasakannya dalam 5–10 tahun ke depan:
- Ponsel pintar dan laptop yang tidak memanas dan tidak cepat habisMemori baru akan menyimpan data bahkan saat daya sepenuhnya dimatikan (seperti flash drive), tetapi bekerja dengan kecepatan luar biasa seperti memori RAM.Hasilnya: telepon menyala dalam sepersekian detik, tidak pernah «macet», dan bertahan daya 2–3 kali lebih lama.
- AI yang kuat langsung di saku AndaJaringan saraf modern sangat membebani prosesor dan menguras baterai. Chip berbasis altermagnet memproses data hampir tanpa mengeluarkan panas.Hasilnya: asisten pintar, penerjemah, dan game akan bekerja secara instan dan lokal, tanpa mengirim data ke cloud dan tanpa memanaskan perangkat.
- Mobil listrik dan drone yang andalElektronika biasa dapat «bermasalah» di dekat motor bertenaga atau saluran listrik karena gangguan magnetik. Sensor altermagnet tidak terpengaruh oleh hal ini.Hasilnya: autopilot dan sistem kendali drone akan menjadi jauh lebih aman dan akurat.
- Kedokteran dan gawai yang dapat dikenakanSensor pada jam pintar atau pemindai medis (seperti MRI) akan menjadi lebih ringkas, lebih murah, dan lebih akurat, karena pembacaannya tidak akan terganggu oleh medan magnet eksternal.
Singkatnya, ini adalah teknologi yang akan menghilangkan masalah utama elektronika modern — panas berlebih, kinerja lambat, dan baterai yang cepat habis. Masih akan berlalu beberapa tahun sebelum hadir di rak-rak toko massal, tetapi fondasinya sudah diletakkan saat ini juga.


