Pada Senin malam, kiper tim nasional Tanjung Verde yang berusia 40 tahun, Vozinha, turun ke lapangan di stadion Atlanta untuk menghadapi Spanyol. Saat peluit panjang dibunyikan, ia sudah tidak bisa menahan air mata.
Tim nasional Tanjung Verde, yang berstatus debutan di Piala Dunia, berhasil memaksakan hasil imbang 0-0. Vozinha melakukan 7 penyelamatan dari 27 tembakan lawan, termasuk ancaman di akhir babak pertama dari Ferran Torres, Pedri, dan Aymeric Laporte, hingga ia pun dinobatkan sebagai pemain terbaik di laga tersebut.
Hingga Selasa pagi, jumlah pengikut di akun Instagram miliknya melonjak dari 56 ribu menjadi 5 juta orang. Lonjakan drastis ini terjadi hanya dalam hitungan jam saja.
Vozinha, yang nama aslinya adalah Josimar José Évora Dias, baru memulai karier profesionalnya pada usia 25 tahun. Ia melakoni debutnya pada tahun 2007 bersama klub lokal sederhana, Batuque, sebelum akhirnya berkelana ke Angola, Moldova, Siprus, Slovakia, dan liga kasta kedua Portugal—saat ini ia bermain untuk Chaves.
Ia telah membela tim nasional Tanjung Verde sejak tahun 2012. Sepanjang kurun waktu tersebut, ia tercatat hanya memenangkan satu trofi, yakni Piala Siprus 2019 bersama AEL Limassol, dan Piala Dunia 2026 merupakan panggung besar pertama yang pernah ia capai.
"Ini adalah momen terpenting dalam hidup kami," ujar Vozinha kepada ESPN Brasil sebelum turnamen dimulai. Setelah pertandingan usai, ia menambahkan: "Saya bekerja seumur hidup demi momen ini. Usia saya 40 tahun. Saya sempat terpikir untuk pensiun, tapi saya bertahan karena mimpi ini."
Pelatih Bubista menjelaskan air mata sang penjaga gawang dengan sangat sederhana: "Dia sangat emosional. Itu adalah tangisan atas sebuah ketangguhan."
Vozinha lahir di Mindelo. Ayahnya sempat ingin menamainya Valdano sebagai penghormatan kepada penyerang legendaris Argentina, namun akhirnya ia lebih dikenal sebagai "Vozinha" atau "Suara Kecil"—julukan yang melekat sejak masa kecilnya.
Usai pertandingan, ia teringat akan kakek dan nenek yang membesarkannya, serta ibunya yang tidak bisa hadir langsung karena kendala visa. "Saya akan berkata kepada diri saya sendiri saat masih berusia 18 tahun: banggalah pada dirimu," ucapnya.
Bintang asal Prancis, Paul Pogba, pun turut memberikan apresiasi di media sosial: "Kiper Tanjung Verde itu luar biasa, wah."
Bagaimana mungkin satu pertandingan bisa mengubah hidup seseorang secara drastis setelah hampir seluruh kariernya dihabiskan jauh dari sorotan?
Bagi Tanjung Verde, yang merupakan negara terkecil ketiga yang pernah berlaga di Piala Dunia, hasil ini menjadi alasan besar untuk bangga. Sedangkan bagi Vozinha sendiri, ini adalah bukti nyata bahwa ketekunan terkadang membuahkan hasil manis di saat yang tepat.



