Tiongkok Resmikan Dua Standar Industri 5G untuk Mengakselerasi Kendaraan Otonom Tingkat Tinggi

Diedit oleh: Alex Khohlov

Tiongkok Resmikan Dua Standar Industri 5G untuk Mengakselerasi Kendaraan Otonom Tingkat Tinggi-1

Pada akhir Juni, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok (MIIT) menyetujui dua standar industri yang untuk pertama kalinya dalam sejarah menetapkan aturan yang jelas bagi jaringan 5G dalam skenario mengemudi otonom tingkat tinggi. Dokumen tersebut masing-masing berjudul "Metode Penyebaran dan Pengujian Jaringan 5G untuk Mendukung Mengemudi Otonom Tingkat Tinggi" serta "Persyaratan Kinerja Jaringan 5G untuk Mendukung Mengemudi Otonom Tingkat Tinggi". Aturan-aturan baru ini dijadwalkan akan mulai berlaku secara resmi pada tanggal 1 September 2026.

Pengembangan standar ini telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun, dimulai sejak Maret 2023, di bawah bimbingan Administrasi Komunikasi Shanghai, operator negara China Mobile, dan Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi Tiongkok (CAICT). Proses ini juga melibatkan partisipasi lebih dari dua puluh organisasi dari sektor publik, telekomunikasi, dan akademisi. Koordinasi yang melibatkan begitu banyak pihak ini bukanlah sebuah kebetulan, karena implementasi 5G untuk kendaraan otonom memerlukan sinkronisasi di setiap lini, mulai dari infrastruktur pendukung di jalan-jalan perkotaan hingga standar keamanan komunikasi di jalan tol berkecepatan tinggi.

Kebutuhan akan standar-standar semacam ini sangatlah mendesak mengingat sebelumnya industri otomotif dan telekomunikasi tidak memiliki tolok ukur yang seragam. Tanpa standar ini, tidak ada pedoman pasti mengenai cara menguji kualitas jaringan 5G dalam kondisi mengemudi otonom yang sebenarnya atau indikator apa yang harus digunakan untuk perencanaan cakupan sinyal. Ketidakpastian ini sebelumnya menciptakan perbedaan antara proyek-proyek regional, memperumit proses debugging, dan bahkan sempat menghambat aliran investasi. Standar baru ini kini mengisi celah tersebut dengan menetapkan kriteria dan metodologi terpadu, mulai dari indikator kinerja utama hingga prosedur pengujian yang ketat.

Bagi kota Shanghai, di mana pengujian skala besar sudah berjalan penuh, standar-standar ini menjadi katalisator yang sangat penting. Kota ini telah menyediakan lebih dari 2.700 kilometer jalan khusus untuk pengujian, yang kini digunakan oleh lebih dari 900 kendaraan dari 40 perusahaan berbeda dengan total jarak tempuh uji coba melebihi 32 juta kilometer. Aturan baru ini memberikan kerangka kerja yang jelas untuk penyebaran infrastruktur Vehicle-to-Everything (V2X), sebuah teknologi yang memungkinkan kendaraan bertukar data dengan infrastruktur jalan dan kendaraan lainnya secara real-time. Saat ini, jaringan 5G-V2X sepanjang 100 kilometer sedang dikembangkan di distrik Pudong untuk memastikan keselarasan dengan persyaratan nasional.

Di tingkat nasional, standar-standar ini berfungsi untuk mencegah fragmentasi teknologi di berbagai wilayah di Tiongkok. Berbagai wilayah mulai dari Beijing hingga Guangzhou, serta dari Shenzhen hingga Changsha, saat ini berpartisipasi dalam dua puluh zona percontohan kota untuk integrasi sistem "vehicle-road-cloud" (kendaraan-jalan-awan). Tanpa metrik yang seragam, setiap wilayah akan terpaksa menyelesaikan tantangan teknis yang sama secara berulang-ulang. Keberadaan standar tunggal memungkinkan keberhasilan di satu wilayah untuk direplikasi di wilayah lain, sehingga mempercepat penyebaran Internet of Things (IoT) pada sektor transportasi dan menekan biaya pembangunan infrastruktur secara signifikan.

Filosofi di balik pengembangan ini adalah pendekatan "jalur ganda", yakni penyempurnaan kecerdasan buatan pada kendaraan itu sendiri secara bersamaan dengan pengembangan infrastruktur yang saling terhubung. Dalam hal ini, jaringan 5G bukan sekadar saluran transmisi data, melainkan fondasi utama yang mampu mengompensasi keterbatasan sensor yang ada pada kendaraan. Ketika sebuah mobil otonom menghadapi objek yang tersembunyi dari jangkauan kamera atau radarnya, seperti pejalan kaki di balik mobil yang diparkir atau situasi darurat di jalur sebelah, teknologi V2X akan mengirimkan informasi dari sensor jalanan sehingga mempercepat reaksi dan meningkatkan standar keselamatan.

Dalam perspektif jangka panjang, standar terpadu ini akan mempercepat proses komersialisasi teknologi otonom secara luas. Sejarah perkembangan teknologi menunjukkan bahwa tanpa persyaratan yang selaras, inovasi sering kali terjebak di antara fase laboratorium dan implementasi massal. Standar-standar ini akan menurunkan biaya operasional dan pemeliharaan jaringan, meningkatkan keandalan sistem, serta mempermudah proses perolehan izin dari pemerintah daerah. Selain itu, aturan ini memberikan target investasi yang lebih jelas dan terukur bagi produsen kendaraan serta operator telekomunikasi.

Secara praktis, kebijakan ini berarti pengemudi dan penumpang di berbagai kota di Tiongkok akan merasakan pengalaman yang lebih seragam dan dapat diprediksi. Baik saat menggunakan robotaxi di Shanghai, Beijing, maupun Guangzhou, kualitas jaringan 5G yang mendukung sistem kemudi otonom akan memenuhi kriteria yang sama persis. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap teknologi otonom, tetapi juga membuka jalan bagi peluncuran layanan transportasi komersial berskala besar yang lebih aman dan efisien di masa depan.

5 Tampilan

Sumber-sumber

  • 两项5G自动驾驶标准获批

  • Shanghai accelerates L4 autonomous driving push with new pilot operation licenses issued

  • Shanghai's first training data collection vehicles with autonomous driving large model hit road

  • Inside China's Connected Vehicle-Road-Cloud Integration for Autonomous Vehicles

  • China's Autonomous Vehicle Regulations

Baca lebih banyak artikel tentang topik ini:

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.