Real Madrid mengalahkan Inter, tetapi kemenangan itu justru menonjolkan pertanyaan-pertanyaan lama

Diedit oleh: Svitlana Velhush

jokes aside, real Madrid have real work to do ... if not for the errors of Inter, they would find themselves wanting Mourinho's team is not that fluid yet, Inter dominated with courtois saving the the day. Madrid seem to depend on individual brilliance from its stars

UEFA Champions League
UEFA Champions League
@ChampionsLeague

Real Madrid hold on to win against Inter 💪 #UCL

Image
Reply

Real Madrid memulai musim baru Liga Champions dengan kemenangan atas Inter — 2:1 di Bernabéu. Dua gol di babak pertama setelah kesalahan-kesalahan kasar dari tim tamu dan akhir yang menegangkan ketika Carlos Augusto memperkecil jarak. Di atas kertas — awal yang percaya diri, pada kenyataannya — pertandingan yang meninggalkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.

José Mourinho, yang kembali ke Real Madrid setelah istirahat panjang, sekali lagi berhadapan dengan tim yang pernah ia bawa meraih kejayaan di Eropa. Inter di bawah asuhan Christian Chivu tampil terorganisir, tetapi dua kali menghukum diri sendiri: pertama Yan Bisseck kehilangan bola, memungkinkan Brahim Díaz mengirim Kylian Mbappé, lalu kiper Josep Martínez mengambil risiko dengan bola di dekat gawangnya sendiri dan memberikannya kepada Federico Valverde.

Mbappé meningkatkan jumlah golnya di Liga Champions menjadi 71 gol, menyamai Raúl. Pemain Prancis itu sekali lagi menunjukkan mengapa ia tetap menjadi ancaman utama di lini serang Madrid. Namun, di balik kesuksesan ini tersembunyi gambaran lain: Real Madrid kebobolan 21 tembakan, dan Thibaut Courtois tujuh kali menyelamatkan timnya. Para penggemar di tribun bersiul bahkan saat skor 2:0, tidak puas dengan cara tim mengendalikan permainan.

Paradoks pertandingan ini adalah bahwa Real Madrid menang dengan mengandalkan kesalahan-kesalahan individu lawan dan momen-momen kejeniusan dari pemain-pemain tertentu, bukan pada permainan tim yang solid. Inter menguasai bola lebih banyak dan menciptakan peluang berbahaya, tetapi tidak mampu memanfaatkannya hingga gol telat Augusto. Ini mengingatkan pada pepatah lama: "Jangan berbuat salah — dan kamu tidak akan kalah," tetapi dalam sepak bola tingkat tinggi, pendekatan seperti itu jarang bertahan lama.

Di bawah tekanan penggemar dan setelah kekalahan baru-baru ini dari Betis, Mourinho harus mengubah susunan pemain dan taktik dengan cepat. Pergantian pemain dan penataan ulang taktis membantu mempertahankan kemenangan, tetapi menunjukkan betapa rapuhnya keseimbangan dalam tim. Ketahanan psikologis para pemain, terutama di akhir pertandingan, menjadi faktor kunci.

Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin di pertandingan pembuka. Ini menimbulkan pertanyaan apakah tim Mourinho siap untuk kampanye panjang di Liga Champions, di mana kesalahan lawan akan lebih jarang terjadi, dan tekanan hanya akan meningkat. Masa depan akan menunjukkan apakah pertandingan ini menjadi pengecualian atau awal dari babak baru.

2 Tampilan

Sumber-sumber

  • Real Madrid 2 Inter 1 - Can they win the Champions League like this?

Komentar

Baca lebih banyak artikel tentang topik ini:

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.