Di Trump National Bedminster, Jon Rahm hanya menempati posisi ke-41, namun hasil tersebut sudah cukup baginya untuk mengamankan gelar juara musim LIV Golf ketiga berturut-turut lebih awal. Sementara itu, pegolf Cile, Joaquin Niemann, memenangkan turnamen dengan meyakinkan, unggul tiga pukulan dari pesaing terdekat dan mencatatkan total sembilan kemenangan pribadinya di liga.
Musim ini menjadi pembuktian bagi Rahm: setelah kemenangan tahun lalu tanpa satu pun gelar di turnamen individual, kali ini pegolf Spanyol itu berhasil meraih dua kemenangan dan empat kali finis di posisi kedua. Bahkan pekan yang kurang memuaskan di New Jersey tidak menghalangi, dengan keunggulannya atas pesaing terdekat, Bryson DeChambeau, mencapai 219 poin saat liga menyisakan dua turnamen lagi.
Sebaliknya, Niemann terus menunjukkan konsistensi yang jarang terlihat di LIV. Memimpin sejak hari pertama, putaran final 69 pukulan, dan bertemu Presiden Trump setelah upacara penghargaan—semua ini tampak sebagai kelanjutan alami dari dominasinya. Dalam dua setengah musim, pegolf Cile ini telah memenangkan lebih banyak turnamen dibanding siapa pun di liga.
Perbedaan pendekatan antara kedua pemimpin musim ini sangat jelas. Rahm mengandalkan konsistensi dan kemampuannya untuk mengumpulkan poin bahkan di pekan yang buruk, sementara Niemann menang berkat penampilan gemilang dan ketahanan mentalnya. Yang satu mengumpulkan gelar sedikit demi sedikit, yang lain melalui kemenangan individual yang gemilang.
Situasi di LIV Golf semakin menyerupai permainan catur, di mana uang dan format bukan lagi argumen utama. Yang terpenting adalah siapa yang mampu mempertahankan konsentrasi lebih lama di tengah jadwal padat dan taruhan yang tinggi. Rahm telah membuktikan bahwa seseorang bisa menang dalam persaingan tanpa harus memenangkan setiap turnamen. Niemann menunjukkan bahwa seseorang bisa sering menang namun tetap berada di bayang-bayang klasemen umum.
Dalam dua minggu, musim akan berakhir secara individual di Indianapolis, dan final tim akan berlangsung di Michigan pada akhir Agustus. Sudah jelas sekarang: bahkan tanpa kemenangan gemilang dalam beberapa pekan terakhir, Rahm akan tetap tercatat dalam sejarah liga sebagai salah satu juara paling konsisten, sementara Niemann sebagai “pemburu” trofi individual yang paling sukses.

