Pada akhir Juni 2026, Inggris secara resmi merampungkan pengembangan kerangka peraturan untuk mata uang kripto. Persyaratan modal, standar penyimpanan aset, dan langkah-langkah pencegahan penyalahgunaan pasar kini telah ditetapkan. Menurut FCA, langkah ini menandai berakhirnya proses konsultasi selama bertahun-tahun sekaligus menjadi landasan bagi rezim penuh yang akan mulai berlaku pada tahun 2027.
Kebijakan ini bukan sekadar aturan baru, melainkan upaya negara untuk mengintegrasikan kripto ke dalam sistem keuangan tradisional. Kini, platform kripto wajib memiliki modal minimum mulai dari 150 ribu hingga 750 ribu poundsterling, tergantung pada jenis kegiatannya. Penyimpanan aset nasabah kini memerlukan standar perlindungan yang ketat, sementara manipulasi pasar dan perdagangan orang dalam dilarang secara eksplisit. Langkah-langkah tersebut tampaknya dirancang untuk meminimalkan risiko bagi pengguna ritel.
Namun, di balik perlindungan tersebut terdapat efek samping lainnya. Pelaku pasar kecil dan perusahaan rintisan mungkin akan kesulitan memenuhi persyaratan modal dan kepatuhan yang baru. Bank-bank besar dan perusahaan yang sudah teregulasi justru mendapatkan keuntungan lebih. Akhirnya, akses investor ritel ke instrumen kripto berpotensi menyempit: mereka yang sebelumnya bereksperimen dengan modal kecil kini harus berhadapan dengan layanan yang lebih mahal dan rumit.
Sejarah menunjukkan bahwa regulasi sering kali berfungsi layaknya filter. Ibarat air yang mengalir melewati bendungan, modal akan selalu menemukan jalan namun dengan arah yang berbeda. Mereka yang siap mematuhi aturan akan memperoleh legitimasi dan suntikan dana institusional. Selebihnya akan bergerak di pasar gelap atau justru meninggalkan pasar sepenuhnya. Bagi investor Inggris, hal ini berarti lingkungan investasi yang lebih aman namun dengan biaya yang lebih tinggi.
Secara praktis, norma-norma baru ini tidak hanya menyasar bursa kripto. Layanan kustodian wajib membuktikan ketahanan mereka terhadap serangan siber dan kegagalan operasional. Stablecoin akan berada di bawah pengawasan khusus Bank of England jika dianggap memiliki signifikansi sistemik. Pasar yang dulunya bergerak dengan prinsip "adu cepat" kini dipaksa bermain sesuai aturan, di mana satu kesalahan bisa berujung pada pencabutan lisensi.
Pada akhirnya, Inggris tidak hanya sekadar "menjinakkan" kripto, tetapi juga mengatur ulang akses terhadapnya. Bagi mereka yang memegang aset untuk jangka panjang, ini adalah sinyal bahwa transparansi meningkat meskipun hambatan masuk juga semakin tinggi. Seperti pepatah lama, uang menyukai ketertiban—hanya saja kali ini ketertiban tersebut dibanderol dengan harga yang lebih mahal.

