Di dunia di mana uang harus stabil sekaligus cepat, stablecoin telah menjadi medan pertempuran para raksasa. PayPal memperluas PYUSD, Circle menghadapi pesaing baru, dan Tether terus melakukan investasi agresif — ini bukan sekadar berita perusahaan, tetapi sinyal tentang bagaimana sifat dasar dari penyelesaian sehari-hari berubah.
PayPal bertaruh pada aksesibilitas: PYUSD kini tersedia di 70 negara dan diluncurkan di jaringan Polygon, di mana lebih dari 2,5 miliar dolar dalam stablecoin diproses setiap hari. Kapitalisasi pasar token ini turun dari puncaknya 4,2 miliar menjadi 2,85 miliar dolar, tetapi perusahaan mencoba membalikkan tren melalui integrasi dengan sistem pembayaran yang ada. Bagi pengguna biasa, ini berarti transfer uang ke luar negeri lebih murah dan lebih cepat, tanpa melalui bank tradisional dengan biaya dan penundaan mereka.
Circle, penerbit USDC, merasakan tekanan. Munculnya OUSD dengan mitra perusahaan dan kemampuan untuk berbagi pendapatan dari surat berharga treasury membuat analis menurunkan proyeksi saham. JPMorgan dan Mizuho Securities menunjukkan risiko kehilangan kemitraan yang menguntungkan, terutama dengan Coinbase, yang kontraknya berakhir pada bulan Agustus. Di sini terlihat dilema klasik: semakin banyak pemain yang membagi pasar, semakin kecil margin bagi masing-masing.
Tether, pemimpin dengan USDT, tidak tinggal diam. Perusahaan ini masuk dalam empat investor paling aktif di paruh pertama tahun 2026, dengan 16 kesepakatan, termasuk investasi di bank Argentina Ualá. Sementara USDT tetap menjadi stablecoin paling likuid, Tether memperkuat posisinya di Amerika Latin dan wilayah lain di mana keuangan tradisional lemah.
Di balik persaingan eksternal, terdapat pergeseran yang lebih dalam: stablecoin bukan lagi alat kripto niche, tetapi menjadi bagian dari ekonomi sehari-hari. Ketika PayPal mengintegrasikan PYUSD ke Polygon, dan Circle mempromosikan dompet agen untuk pembayaran AI, ini bukan lagi tentang spekulasi, tetapi tentang siapa yang akan mengontrol arus uang secara real-time. Bagi kita masing-masing, ini adalah pertanyaan tentang aturan siapa yang akan berlaku saat mentransfer gaji atau membayar tagihan di luar negeri.
Pada akhirnya, persaingan stablecoin mengingatkan kita bahwa stabilitas bukanlah sesuatu yang given, tetapi hasil dari perjuangan konstan untuk mendapatkan kepercayaan dan infrastruktur.




