Thailand Pangkas Masa Tinggal Bebas Visa bagi Warga dari 90 Negara Lebih Menjadi 30 Hari

Diedit oleh: Aleksandr Lytviak

Bangkok, 19 Mei 2026. Pemerintah Thailand telah mengumumkan pengurangan signifikan pada durasi tinggal bebas visa bagi warga negara dari lebih dari sembilan puluh negara, termasuk Rusia, Amerika Serikat, negara-negara Uni Eropa, dan Australia. Mulai hari ini, periode maksimal kunjungan di negara tersebut tanpa visa ditetapkan menjadi tiga puluh hari, dari yang sebelumnya enam puluh hari.

Keputusan tersebut diambil setelah digelarnya rapat kabinet yang dipimpin langsung oleh Perdana Menteri. Sejumlah pejabat menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya memperketat pengawasan arus migrasi serta memberantas penggunaan tenaga kerja ilegal. Berdasarkan data dari pihak imigrasi, jumlah kasus pelanggaran izin tinggal atau overstay telah meningkat sebesar dua puluh tiga persen dalam dua tahun terakhir.

Sektor pariwisata Thailand, yang pada tahun 2025 menyambut lebih dari empat puluh juta turis mancanegara, menanggapi kabar ini dengan penuh kekhawatiran. Asosiasi perhotelan di negara tersebut telah mengajukan permohonan kepada pemerintah agar menerapkan prosedur perpanjangan visa yang lebih sederhana di lokasi bagi para wisatawan yang patuh hukum. Para ahli memprediksi bahwa kebijakan baru ini dapat memicu pengalihan arus wisatawan ke negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Aturan baru ini berlaku segera dan akan tetap dijalankan hingga akhir tahun 2027, dengan kemungkinan adanya peninjauan kembali di masa mendatang. Wisatawan disarankan untuk memeriksa persyaratan terbaru terlebih dahulu melalui situs resmi imigrasi Thailand atau kantor konsulat sebelum merencanakan perjalanan mereka.

9 Tampilan

Sumber-sumber

  • Thailand cuts visa-free stay period for more than 90 countries including UK

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.