Pada hari Rabu, raksasa minyak Amerika Chevron mengumumkan rencana untuk memperluas operasinya di Venezuela, mengalokasikan 7 miliar dolar untuk itu. Dalam rangka pengembangan usaha patungan, perusahaan akan menginvestasikan dana tersebut selama lima tahun ke depan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produksi minyak di negara itu lebih dari dua kali lipat, menjadi sekitar 600 000 barel per hari.
Pernyataan ini muncul hanya beberapa jam setelah parlemen Venezuela menyetujui perjanjian untuk menyerahkan kendali atas seperlima cadangan minyaknya kepada Washington. Inisiatif ini mendapat dukungan politik dari pemerintahan AS. Akibatnya, Washington akan menguasai lebih dari 65 miliar barel cadangan terbukti minyak Venezuela. Angka ini sekitar seperlima dari total cadangan terbukti negara itu, yang menurut data OPEC melebihi 300 miliar barel.
Perwakilan pemerintah Venezuela, Delcy Rodríguez, mencatat bahwa perjanjian baru dengan AS di sektor minyak akan berlaku selama 25 tahun. Bagi Chevron, langkah ini memiliki signifikansi strategis, karena hingga saat ini perusahaan tersebut tetap menjadi satu-satunya perusahaan minyak besar Amerika yang masih beroperasi di Venezuela.



