Mobil listrik lebih bersih dalam pengoperasiannya, tetapi ban tetap menjadi sumber polusi: bagaimana material baru mengatasi masalah tersembunyi

Penulis: Tatyana Hurynovich

Mobil listrik lebih bersih dalam pengoperasiannya, tetapi ban tetap menjadi sumber polusi: bagaimana material baru mengatasi masalah tersembunyi-1

Mobil listrik memang dianggap sebagai salah satu elemen kunci transisi menuju transportasi ramah lingkungan, karena tidak menghasilkan emisi gas buang yang berbahaya. Namun, seiring meningkatnya popularitasnya, para ahli semakin sering menyoroti kerusakan lingkungan tersembunyi yang terkait dengan salah satu komponen paling tidak mencolok namun sangat penting dari setiap kendaraan—ban.

Mengapa mobil listrik mengauskan ban lebih cepat

Meskipun tidak memiliki mesin pembakaran internal, mobil listrik menuntut ban yang jauh lebih ketat daripada mobil tradisional. Hal ini disebabkan oleh dua faktor utama: bobot yang signifikan karena baterai yang berat dan torsi tinggi yang langsung disalurkan ke roda saat akselerasi.

Selain itu, gaya mengemudi memperburuk situasi. Mobil listrik sering digunakan di perkotaan, di mana seringnya berhenti, akselerasi, dan belokan meningkatkan gesekan secara berlipat ganda dan akibatnya keausan fisik pada tapak ban.

Mikroplastik: ancaman tak terlihat bagi udara dan lautan

Keausan ban menghasilkan debu karet halus, yang merupakan salah satu jenis utama mikroplastik. Menurut perkiraan para ahli, partikel dari abrasi ban merupakan salah satu sumber polusi udara terbesar di perkotaan dan sumber utama polusi mikroplastik di Samudra Dunia, di mana partikel-partikel ini terbawa secara massal oleh air hujan.

Masalah ini juga diperparah pada tahap daur ulang: setiap tahun, miliaran ban bekas dibakar di seluruh dunia, dan hanya sebagian kecil yang didaur ulang menjadi produk baru, sehingga menambah beban lingkungan.

Solusi inovatif: material dan teknologi baru

Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan teknologi mulai mengembangkan ban khusus untuk mobil listrik. Pendekatan mereka didasarkan pada campuran polimer berteknologi tinggi dan kimia tapak khusus, yang dirancang sejak awal untuk torsi tinggi dan massa besar mobil listrik.

Menurut data pengujian, ban inovatif ini mengurangi emisi partikel padat (mikroplastik) sekitar 35% dibandingkan dengan ban premium standar. Selain itu, dengan mengoptimalkan hambatan gulir, ban ini meningkatkan efisiensi energi kendaraan secara keseluruhan, meningkatkan jangkauan mobil listrik hingga 10%. Ini menciptakan efek lingkungan ganda: lebih sedikit polusi dari keausan dan lebih sedikit konsumsi energi.

Regulasi di depan mata: standar Euro-7

Masalah polusi dari ban tidak lagi diabaikan di tingkat legislatif. Standar lingkungan baru Euro-7 untuk pertama kalinya memberlakukan batasan emisi partikel mikro tidak hanya dari sistem pembuangan, tetapi juga dari keausan ban dan kampas rem. Tujuan regulasi ini adalah untuk mencapai pengurangan signifikan polusi dari kendaraan pada tahun 2030, mendorong produsen untuk berinvestasi dalam material yang lebih tahan lama dan ramah lingkungan.

Kesimpulan

Transisi ke mobil listrik adalah langkah penting dan diperlukan menuju dekarbonisasi transportasi, tetapi bukan obat mujarab dengan sendirinya. Untuk membuat mobilitas benar-benar berkelanjutan, masalah keausan ban harus diselesaikan secara komprehensif: melalui penerapan material baru, dukungan untuk pengembangan inovatif, dan kepatuhan terhadap standar lingkungan yang ketat. Hanya dengan cara ini kita dapat memastikan bahwa revolusi 'hijau' di jalan tidak berubah menjadi ancaman tersembunyi baru bagi alam.

59 Tampilan

Sumber-sumber

  • электромобили

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.