Pada bulan September tahun 2026 dari pelabuhan Civitavecchia dekat Roma kapal pesiar Regatta dari perusahaan Explorations by Norwegian berlayar. Kapal itu memulai perjalanan yang akan berlangsung selama 371 hari dan mencakup 220 pelabuhan di 62 negara di enam benua. Ini adalah pelayaran reguler terpanjang di dunia, melampaui rekor sebelumnya yaitu 274 malam.
Rute ini dirancang agar penumpang dapat menikmati musim optimal di setiap wilayah: mekarnya bunga sakura di Jepang, aurora borealis di Norwegia, musim panas Mediterania sebelum panasnya tiba.
Di dalam kapal hanya ada tiga ratus empat puluh delapan kabin. Tidak ada kesan kota metropolitan di atas air. Ada perasaan seperti di rumah yang bergerak perlahan mengelilingi planet. Orang-orang akan tinggal di kabin yang sama selama lebih dari setahun, menyaksikan bagaimana di balik jendela tidak hanya pemandangan yang berubah, tetapi juga musim, budaya, bahasa, dan aroma. Ini adalah kesempatan langka — bukan sekadar mengunjungi dunia, tetapi membiarkannya masuk perlahan ke dalam diri Anda.
Biaya penuh perjalanan semacam itu mulai dari enam puluh lima ribu tujuh ratus euro per orang. Angka yang mengesankan, dan dengan jujur menunjukkan batas keterjangkauan. Perusahaan menawarkan segmen yang lebih pendek — dari sembilan belas hari hingga segmen setengah tahun — agar ide ini tidak hanya menjadi hak istimewa segelintir orang. Pelayaran keliling dunia berikutnya akan berangkat dari Australia pada bulan Februari tahun 2027 dan akan berlangsung selama tiga ratus enam puluh tujuh hari.
Di era ketika perjalanan sering kali hanya sekadar transit cepat dan swafoto, format ini menawarkan kebalikannya — perendaman yang lambat dan berkesinambungan. Penumpang menghabiskan lebih dari setahun di kabin yang sama, menyaksikan bagaimana pemandangan, budaya, dan musim berubah. Ini bukan sekadar tur, tetapi upaya untuk menjalani dunia, bukan sekadar melintasinya.
Namun, di balik itu ada juga hambatan ekonomi. Pelayaran penuh tidak terjangkau oleh semua orang, dan perusahaan menawarkan opsi fleksibel — dari segmen 19 hari hingga setahun penuh. Pelayaran keliling dunia berikutnya berangkat dari Australia pada bulan Februari tahun 2027 dan akan berlangsung selama 367 hari. Dengan demikian, ide ini lebih mudah diakses, tetapi tetap menjadi hak istimewa.
Pelayaran ini menyoroti paradoks pariwisata modern: keinginan akan kedalaman berbenturan dengan kenyataan harga yang tinggi dan waktu yang terbatas bagi kebanyakan orang. Bagi mereka yang mampu, ini adalah kesempatan untuk melihat dunia secara berbeda — tanpa tergesa-gesa dan keramaian.
Pada akhirnya, pelayaran semacam itu mengingatkan kita: penemuan sejati membutuhkan tidak hanya tiket, tetapi juga kesediaan untuk melambat.
371 days, 220 ports and 62 countries: The world's longest cruise departs from Rome euronews.com/travel/2026/09…



