Kode «Alpha»: Apa yang Menggantikan Pola Pikir Mental Era Soviet

Penulis: lee author

Kode «Alpha»: Apa yang Menggantikan Pola Pikir Mental Era Soviet-1
Pecahnya paradigma lama mendekati akhirnya. Apa yang akan dibawa oleh generasi berikutnya?

❓ PERTANYAAN:

Jika Anda terlahir di generasi anak-anak paling mutakhir, apakah saat ini Anda akan memiliki keyakinan atau pandangan yang lebih disukai, atau mungkin sekadar lebih terbuka terhadap berbagai hal dibandingkan jika Anda lahir di generasi Uni Soviet? Dengan kata lain, apakah Anda sebenarnya sudah sama sekali bukan lagi representasi dari pola pikir tersebut dalam aspek apa pun, sehingga mampu bersaing bahkan dengan anak berusia lima tahun sekalipun?

❗️ JAWABAN lee:

Generasi tidak muncul begitu saja dari ruang hampa. Setiap generasi berikutnya selalu mengembangkan dorongan-dorongan yang diwariskan oleh generasi sebelumnya.

Kondisi "tertinggal" terjadi saat seseorang menolak untuk menerima hal-hal baru, seraya berucap seperti: "ah, kalau di zaman kami dulu...". Selain itu, generasi sebelumnya mungkin memiliki penolakan terhadap teknologi, "tren anak muda", musik, film, pandangan tentang perubahan sistem sosial, hingga penemuan-penemuan ilmiah.

Saya merasa bahwa saya pribadi justru terlibat dalam pembaruan semacam itu, namun dunia ini sangat luas, dan saya tidak berani mengeklaim bahwa saya memahami pandangan kaum muda dari seluruh penjuru dunia.

Pengalaman hidup saya adalah sebuah pengamatan tentang bagaimana manusia telah berubah dalam beberapa dekade terakhir. Sementara itu, pengalaman generasi muda saat ini adalah upaya meruntuhkan paradigma lama melalui bentuk penolakan terhadapnya.

Pengalaman mereka yang lahir sekarang akan berkaitan erat dengan proses pembentukan masyarakat yang berbeda. Bagi mereka, Persatuan dan Kontak akan menjadi sebuah keniscayaan, yang berarti mereka akan menerapkan "norma" tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari. Struktur pikiran mereka akan diarahkan pada dunia Energi Bebas—di sana terdapat cakrawala peristiwa yang tak terbatas untuk membangun proses-proses baru.

Periode kita untuk "menghancurkan yang lama" sudah hampir berakhir. Mereka yang ingin terlibat dalam "pembangunan baru" dapat merasakannya melalui antusiasme yang mereka miliki.

Saya rasa istilah "bersaing dengan anak berusia lima tahun" tidaklah tepat di sini. Hal tersebut lebih mencerminkan logika tiga dimensi tentang kompetisi dan pertarungan. Jika generasi baru nantinya memancarkan Kasih tanpa perlawanan apa pun, maka akan ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari generasi tersebut. Tentunya dengan rasa syukur dan, sekali lagi, dengan Kasih.

44 Tampilan

Sumber-sumber

  • Сайт автора lee

  • Lee I.A.

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.