Sebuah kelompok ilmuwan internasional menciptakan motor molekuler yang terinspirasi oleh sekrup Archimedes kuno. Perangkat yang ukurannya hanya beberapa nanometer ini mampu berputar di bawah pengaruh arus listrik dan mengubah arah ketika polaritas tegangan diganti.
Dasar perangkat ini adalah molekul helisena spiral yang disintesis oleh tim Profesor Michael Pittelkow dari Universitas Kopenhagen. Molekul tersebut dipasang di antara dua elektrode emas dengan ketelitian atomik di Institut Ilmu Pengetahuan Weizmann di Israel.
Ketika tegangan diberikan, elektron yang melewati spiral tersebut mentransferkan momentum sudut kepadanya — persis seperti aliran air yang memutar sekrup. Arah putaran ditentukan oleh "ulir" molekul dan sepenuhnya dikendalikan oleh polaritas arus.
Ini adalah demonstrasi pertama motor molekuler yang digerakkan oleh arus listrik, terpasang secara kaku di antara dua elektrode logam, dan mampu berputar dalam arah yang terkendali.
Para peneliti dari Universitas Augsburg melakukan simulasi mekanika kuantum. Mereka menunjukkan bahwa ketika mencapai kecepatan putaran tertentu, konduktivitas molekul meningkat tajam — hingga 100 kali.
Eksperimen dilakukan di bawah pimpinan Profesor Oren Tal dan Dr. Anil Kumar Singh. Bagian teoretis dipimpin oleh Profesor Fabian Pauly.
Karya ini diterbitkan dalam jurnal Nature. Bagaimana hal ini akan memengaruhi perkembangan elektronika molekuler dalam beberapa tahun mendatang?
Perangkat ini membuka prinsip kerja baru bagi mesin nano: arus memicu putaran, dan putaran pada gilirannya memperkuat arus. Para ilmuwan mencatat bahwa ambang penguatan dapat diatur dengan meregangkan atau memampatkan molekul.

