Perawat dan bidan Kenya mengakhiri mogok nasional mereka yang berlangsung lebih dari enam minggu. Serikat pekerja mengumumkan penghentian aksi tersebut pada 9 September 2026 setelah tercapainya kesepakatan dengan Dewan Gubernur.
Mogok dimulai pada 29 Juli dan melumpuhkan layanan rumah sakit pemerintah di seluruh negeri. Pasien menghadapi penolakan penerimaan, sementara para dokter memperingatkan tentang kelebihan beban dan mengancam akan bergabung dalam protes.
Sekretaris Jenderal Serikat Nasional Perawat dan Bidan Kenya Seth Panyako menyatakan bahwa mogok dihentikan segera. Ia memerintahkan agar kembali bekerja dalam waktu 24 jam.
Kesepakatan tersebut mencakup kenaikan tunjangan risiko dari 3850 menjadi 8000 shilling dan tunjangan seragam dari 10 000 menjadi 15 000 shilling. Perubahan ini berlaku surut sejak Juli 2025.
Selain itu, para pihak sepakat untuk mengangkat pekerja program jaminan kesehatan semesta ke posisi tetap mulai tahun fiskal 2026/2027. Dalam waktu 45 hari direncanakan penyusunan model pengembangan karier.
Tidak ada peserta mogok yang akan mengalami represi. Secara terpisah akan diselesaikan persoalan 46 perawat yang diberhentikan dari Kabupaten Kisii.
Latar belakang konflik adalah kesepakatan perjanjian kerja bersama tahun 2017 yang tidak dipenuhi. Perundingan PKB baru untuk 2025–2029 berlarut-larut akibat keterbatasan anggaran, menurut versi pemerintah.
Apakah pemerintah dapat memenuhi semua poin dalam tenggat waktu yang ditetapkan, waktu dekat akan membuktikannya. Sementara itu, pasien dan tenaga medis mendapatkan jeda yang telah lama dinanti.
Kesepakatan tersebut merupakan hasil perundingan intensif antara serikat pekerja dan Dewan Gubernur. Ketua dewan Ahmed Abdullahi menegaskan bahwa perjanjian itu akan memungkinkan pulihnya operasional normal fasilitas kesehatan.


