Di final French Open 2026, P.V. Sindhu merebut gim pertama dari tunggal putri peringkat satu dunia An Se-young — dan itu baru terjadi untuk kedua kalinya dalam 11 pertemuan pribadi. Atlet India itu sempat memimpin 21:16, tetapi kemudian juara asal Korea Selatan itu menunjukkan dominasi biasanya dan menuntaskan pertandingan 21:11, 21:12.
Sindhu, peraih dua medali Olimpiade, melaju ke final Super 750 setelah mengalahkan pemain Jepang Hina Aketi di semifinal. Ini menjadi final kedua turnamen tingkat tersebut baginya pada musim 2026: pada Juli ia menjuarai Japan Open. Pencapaian pebulu tangkis India itu menjadi bagian dari rekor negaranya — penampilan kesepuluh di final BWF World Tour (Super 300 dan di atasnya) di luar India dalam satu musim.
An Se-young, juara Olimpiade, meraih gelar keempat di French Open dan gelar ke-11 pada musim ini. Keunggulannya dalam kecepatan, penguasaan lapangan, dan pertahanan terlihat setelah gim pertama: pemain Korea itu tidak memberi lawannya satu pun peluang untuk kembali bangkit. Bagi Sindhu, kekalahan ini melanjutkan rangkaian tanpa kemenangan atas An — kini 0:11.
Secara psikologis, pertandingan ini menunjukkan perbedaan dalam hal konsistensi. Sindhu memulai dengan agresif, memanfaatkan jangkauannya dan pukulan menyerangnya, tetapi pada gim kedua dan ketiga An memaksakan permainannya sendiri — reli panjang dan pertahanan tanpa cela. Setelah pertandingan, atlet India itu menyatakan bahwa melawan pemain top, ia harus berada pada 100 % dalam setiap servis.
Situasinya mengingatkan pada permainan catur ketika satu langkah tepat membuka posisi, tetapi kesalahan-kesalahan berikutnya berujung pada kekalahan: gim pertama menjadi keberhasilan langka bagi Sindhu, namun setelah itu pemain Korea itu sama sekali tidak memberi peluang untuk mengulanginya.
Bagi bulu tangkis India, penampilan di final ini menjadi tanda kedalaman yang terus berkembang. Negara itu memecahkan rekornya sendiri dalam hal final di turnamen internasional, dan Sindhu pada tahun 31 tetap menjadi sosok kunci yang mampu menantang para pemimpin. Ini bukan sekadar kekalahan, melainkan konfirmasi bahwa selisih dengan pemain top absolut perlahan-lahan semakin mengecil.

