Pada bulan September 2026, sebuah makalah terbit di jurnal Physical Review X yang mengubah pendekatan terhadap verifikasi keterikatan kuantum. Para ilmuwan menunjukkan bagaimana ketidaksamaan nonkontekstual memungkinkan untuk mengonfirmasi keterikatan keadaan apa pun, tanpa mengetahui sebelumnya bagaimana pengukuran disusun.
Metode ini menggabungkan asumsi lokalitas Bell dengan nonkontekstualitas yang digeneralisasi. Hasilnya adalah munculnya hierarki ketidaksamaan, yang pelanggarannya menunjukkan adanya keterikatan, steering, atau nonlokalitas. Keunggulan utamanya adalah tidak adanya kebutuhan untuk karakterisasi awal perangkat pengukuran dan independensi dari kebebasan kalibrasi tomografi.
Dalam eksperimen tersebut, para fisikawan menghasilkan foton yang terjerat polarisasi dalam interferometer Sagnac dengan kristal PPKTP. Mereka menguji keluarga keadaan dua-kubit isotropik dan menunjukkan bahwa pendekatan baru ini menyertifikasi keterikatan di tempat di mana tes Bell dan steering sudah tidak berdaya. Untuk beberapa keadaan, proporsi keadaan terjerat yang dapat disertifikasi meningkat puluhan kali lipat.
Bayangkan tes keterikatan biasa sebagai pemeriksaan di mana Anda harus mengetahui aturan mainnya terlebih dahulu dan mengkalibrasi semua perangkat. Metode baru ini bekerja sebagai arbiter independen: ia hanya melihat statistik korelasi dan mendeteksi keterikatan, bahkan jika pengukurannya tidak ideal dan tidak diketahui sebelumnya. Hal ini membuat verifikasi menjadi tahan terhadap ketidakpastian eksperimen nyata.
Hasilnya dipublikasikan di Physical Review X pada 1 September 2026. Metode ini telah didemonstrasikan pada keadaan fotonik nyata dan membuka jalan bagi sertifikasi keterikatan dalam sistem multi-kubit yang kompleks tanpa sumber keterikatan tambahan.
Sekarang verifikasi sumber daya kuantum menjadi lebih mudah dan lebih andal — cukup dengan mengukur korelasi dan memeriksa ketidaksamaan, tanpa membuang waktu untuk karakterisasi penuh peralatan.


