UCLA Kembangkan Baterai Hibrida Seng-Ion dengan Elektroda Cetak 3D, Mampu Simpan Energi Tujuh Kali Lipat Lebih Besar

Diedit oleh: Alex Khohlov

UCLA Kembangkan Baterai Hibrida Seng-Ion dengan Elektroda Cetak 3D, Mampu Simpan Energi Tujuh Kali Lipat Lebih Besar-1

Peneliti dari University of California, Los Angeles (UCLA) telah berhasil mencapai terobosan signifikan dalam teknologi penyimpanan energi. Tim yang dipimpin oleh Ric Kaner dan Maher El-Kady ini mengembangkan baterai hibrida seng-ion dengan elektroda hasil cetak 3D yang mampu menyimpan energi tujuh kali lipat lebih banyak dibandingkan sistem serupa yang ada saat ini. <\/p>

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Small ini dipimpin oleh Sophia Uemura, yang baru saja meraih gelar doktornya di UCLA. Inovasi utamanya terletak pada teknologi cetak 3D menggunakan laser ultraviolet, yang memungkinkan terciptanya elektroda karbon berpori dengan struktur seluler. Elektroda tersebut kemudian dilapisi dengan vanadium oksida—sebuah material yang sangat efisien dalam menyimpan muatan listrik. Luas permukaan dari hanya satu gram komposit ini setara dengan sekitar sepuluh lapangan tenis, yang menyediakan area interaksi sangat luas bagi reaksi elektrokimia.<\/p>

Perangkat ini beroperasi sebagai sistem hibrida yang menggabungkan dua mode penyimpanan energi: interkalasi ion seng pada satu elektroda (seperti pada baterai tradisional), dan akumulasi muatan dalam lapisan ganda elektrik pada elektroda lainnya (seperti pada superkapasitor). Kombinasi tersebut memungkinkan pencapaian kepadatan energi yang tinggi tanpa mengorbankan kecepatan pengisian maupun pengosongan daya. Setelah melalui 1.500 siklus pengisian dan pengosongan dalam sel uji cetak 3D yang dirancang khusus, elektroda karbon standar mampu mempertahankan 98% kapasitasnya, sementara pada perangkat terbuka biasa, elektroda tersebut kehilangan fungsinya dalam kurang dari seratus siklus.<\/p>

Arsitektur elektroda yang berpori dan bervolume ini mengatasi masalah krusial: teknologi ini memperluas permukaan yang tersedia untuk reaksi dan memungkinkan penempatan material aktif vanadium oksida yang jauh lebih banyak tanpa mempertebal elektroda. Para peneliti juga mengembangkan elemen uji cetak 3D inovatif dengan penutup kedap udara dan jarak antar elektroda yang tetap—hal ini menghasilkan data yang lebih konsisten dan andal dibandingkan metode pengisian elektrolit sederhana ke dalam gelas terbuka yang masih digunakan di banyak laboratorium.<\/p>

Meskipun hasil ini masih dalam tahap laboratorium dan modul baterai skala penuh belum dibuat, potensi dari penemuan ini sangatlah besar. Seng memiliki ketersediaan sekitar seratus kali lebih melimpah dibandingkan litium, jauh lebih murah, serta lebih mudah ditambang dan didaur ulang—faktor-faktor yang membuat teknologi ini menarik untuk penyimpanan energi stasioner dari pembangkit listrik tenaga surya dan angin. Untuk implementasi pada jaringan listrik, berbagai hambatan praktis dan ekonomi harus diatasi: peningkatan skala proses cetak 3D, stabilitas jangka panjang material dalam kondisi operasi nyata termasuk fluktuasi suhu, serta penurunan biaya produksi per kilowatt-jam dalam manufaktur massal.<\/p>

Penemuan ini mendemonstrasikan bagaimana kombinasi teknologi manufaktur canggih (cetak 3D), ilmu material (vanadium oksida dalam kerangka karbon berpori), dan desain elektrokimia (baterai-superkapasitor hibrida) mampu meningkatkan performa penyimpanan energi secara radikal. Ini merupakan salah satu dari sekian banyak langkah yang harus dilalui sebelum beralih dari terobosan laboratorium menuju implementasi industri dan penyebaran pada jaringan listrik.<\/p>

37 Tampilan

Sumber-sumber

  • UCLA team uses 3D printing to develop zinc-ion hybrid battery with 7 times more energy

  • High Mass‐Loading Vanadium Oxide on 3D Printed Carbon Lattices for Zinc‐Ion Supercapacitors

  • UCLA team uses 3D printing to develop zinc-ion hybrid battery with 7 times more energy

  • 3D-Printed Zinc-Ion Battery Stores Seven Times More

  • UCLA team uses 3D printing to develop zinc-ion hybrid battery with 7 times more energy

  • Team uses 3D printing to develop zinc-ion hybrid battery with seven times more energy

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.