Babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 resmi berakhir pada 27 Juni. Hari tersebut menjadi penentu akhir bagi Grup J, K, dan L: tim-tim unggulan berhasil membuktikan status mereka, tim papan tengah memperebutkan tiket terakhir menuju fase gugur, sementara laga-laga tertentu berakhir dengan penuh drama.
Poin penting dari hari tersebut adalah keberhasilan Inggris dan Argentina menjuarai grup masing-masing, Kolombia yang tetap kokoh di puncak Grup K, lonjakan krusial RD Kongo ke babak gugur, serta duel Aljazair kontra Austria yang menjadi salah satu laga paling produktif dan menegangkan di putaran final ini.
Inggris Amankan Grup Tanpa Hambatan
Di Grup L, Inggris sukses menumbangkan Panama dengan skor 2-0. Pasca hasil imbang tanpa gol yang mengejutkan saat melawan Ghana, kemenangan bukan satu-satunya target The Three Lions, melainkan juga memulihkan kepercayaan diri sebelum memasuki fase gugur. Tim tersebut tampil tenang: mendominasi jalannya pertandingan, meredam permainan Panama, dan sukses mengamankan tiga poin krusial.
Kemenangan ini memastikan Inggris finis sebagai pemuncak grup. Meski bukan laga paling menarik hari itu, pertandingan seperti inilah yang menunjukkan kematangan sebuah tim: sang unggulan menuntaskan tugasnya, menjaga keseimbangan permainan, dan terhindar dari situasi kritis di menit-menit akhir.
Kroasia Selamatkan Nasib Mereka
Di saat yang sama, Kroasia berhasil mengalahkan Ghana dengan skor 2-1. Bagi skuad Vatreni, laga ini bak partai hidup mati: setelah tumbang dari Inggris di laga pembuka dan hanya menang tipis atas Panama, mereka wajib membuktikan kelayakan untuk melaju ke babak selanjutnya.
Pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi. Meski Ghana mengantongi modal bagus dari dua laga awal, Kroasia tampil lebih disiplin dan berhasil mencuri kemenangan. Kemenangan ini menjadi sangat krusial karena memastikan posisi mereka tetap aman di turnamen dan memasuki fase gugur dengan keyakinan bahwa masa sulit telah terlewati.
Walaupun kalah, Ghana tetap melaju ke babak berikutnya, namun hari itu tetap menjadi momen yang mencemaskan bagi mereka setelah takluk dari pesaing langsung dan kehilangan momentum positif.
Kolombia dan Portugal Main Aman
Laga utama di Grup K mempertemukan Kolombia dan Portugal yang berakhir dengan skor kacamata 0-0. Di atas kertas, ini adalah perebutan takhta juara grup, namun di lapangan kedua tim bermain pragmatis karena menyadari besarnya risiko jika melakukan kesalahan.
Kolombia berhasil mempertahankan posisi teratas, sementara Portugal finis sebagai runner-up. Pertandingan ini memang bukan pesta gol, melainkan bukti betapa kedua tim sudah memikirkan strategi babak gugur. Kolombia tampil sangat terorganisir, sementara Portugal memilih untuk tidak mengambil risiko berlebih, sehingga hasil imbang ini memuaskan kedua belah pihak.
Menurut laporan CBS Sports, Kolombia sebenarnya nyaris memetik kemenangan andai gol Davinson Sanchez di penghujung laga tidak dianulir karena offside. Insiden tersebut menjadi salah satu topik paling hangat yang diperbincangkan hari itu.
RD Kongo Cetak Sejarah
Kisah paling emosional di Grup K lahir dari kemenangan 3-1 RD Kongo atas Uzbekistan. Uzbekistan sempat unggul lebih dulu, namun RD Kongo bangkit dan membalikkan keadaan sepenuhnya setelah turun minum.
Merujuk data The Guardian, Yoane Wissa menyamakan kedudukan melalui titik putih, disusul gol Fiston Mayele yang membawa timnya unggul, hingga akhirnya Wissa mencetak gol keduanya di masa injury time untuk mengunci kemenangan. Bagi RD Kongo, ini adalah kemenangan bersejarah karena mereka tidak hanya memenangkan laga, tetapi juga memastikan tiket ke fase gugur Piala Dunia.
Bagi Uzbekistan, ini adalah hari yang menyakitkan. Tim asal Asia ini sempat bermain berani dan punya peluang untuk bertahan di turnamen, namun mereka gagal menahan tekanan di babak kedua. Alhasil, RD Kongo menjadi salah satu sorotan utama pada hari penutup fase grup tersebut.
Argentina Menang Lagi, Messi Kembali Cetak Gol
Di Grup J, Argentina menumbangkan Yordania 3-1 dan menutup fase grup dengan poin sempurna. Tim Tango kembali memamerkan kelasnya: mendominasi laga dengan tenang, memaksimalkan peluang, dan tidak memberikan kesempatan bagi lawan untuk mengembangkan permainan.
Lionel Messi kembali menjadi pusat perhatian. ESPN mencatat bahwa Argentina turun ke lapangan dengan misi menjaga rekor kemenangan seratus persen di fase grup, dan Messi kembali mencatatkan namanya di papan skor saat melawan Yordania.
Kemenangan ini sangat berarti bagi Argentina, baik dari segi perolehan poin maupun moral tim. Mereka melewati fase grup dengan meyakinkan dan menatap babak gugur sebagai salah satu kandidat kuat juara.
Duel Aljazair dan Austria Lahirkan Drama
Pertandingan paling produktif hari itu adalah duel antara Aljazair dan Austria yang berakhir imbang 3-3. Sebuah drama turnamen yang nyata: meski kedua tim menyadari hasil imbang cukup untuk meloloskan mereka, pertandingan tetap berlangsung terbuka dan penuh emosi.
Aljazair dan Austria saling jual beli serangan tanpa bermain tertutup, menjaga ketegangan hingga peluit panjang berbunyi. Pada akhirnya, skor imbang tersebut meloloskan kedua tim ke babak selanjutnya. Di tengah laga-laga lain yang cenderung pragmatis, duel inilah yang paling menonjol lewat banjir gol dan ledakan emosi.
Siapa yang Melaju?
Seiring berakhirnya laga pada 27 Juni, bagan babak 32 besar pun mulai terlihat jelas. Menurut data SB Nation, Argentina, Kolombia, dan Inggris lolos sebagai juara grup; sementara Portugal dan Kroasia melaju sebagai runner-up, serta Ghana dan RD Kongo mengamankan tiket melalui jalur tim peringkat ketiga terbaik.
Hal ini menjadikan tanggal 27 Juni sangat krusial, karena bukan hanya menandai berakhirnya fase grup, tetapi juga resmi mengalihkan tensi turnamen ke mode sistem gugur.
Rangkuman Hari Ini
27 Juni menjadi hari penentuan. Inggris dan Argentina membuktikan status favorit, Kolombia mempertahankan takhtanya, Portugal bermain aman namun meraih hasil yang diinginkan, Kroasia menyelamatkan nasib mereka, dan RD Kongo mengukir salah satu kisah paling berkesan di fase grup ini.
Tim terbaik hari ini adalah RD Kongo, karena kemenangan mereka atas Uzbekistan bukan sekadar skor olahraga, melainkan peristiwa sejarah. Favorit utama adalah Argentina yang menyapu bersih fase grup tanpa kehilangan poin. Drama terbesar adalah hasil imbang 3-3 antara Aljazair dan Austria. Kesimpulan utamanya adalah babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 telah usai, dan kini turnamen bersiap memasuki fase sistem gugur yang menegangkan.




