Perjalanan keluarga ke pantai di Wales Selatan berubah menjadi luar biasa ketika makhluk berduri terdampar di Oxwich, membuat para penonton bingung. Hewan yang awalnya tidak dapat diidentifikasi itu, kemudian diidentifikasi oleh para ahli Universitas Swansea sebagai *Aphrodita aculeata*, atau tikus laut. Terlepas dari namanya, tikus laut bukanlah hewan pengerat, melainkan cacing laut yang berkerabat dengan cacing tanah. Nama ilmiahnya mengacu pada dewi Yunani Aphrodite karena penampilannya yang berkilauan dan berwarna-warni di bawah air. Kilauan ini berasal dari bulu-bulu mikroskopis yang membiaskan cahaya, sebuah fenomena yang disebut pseudobirefringence. Meskipun umum di perairan Inggris, tikus laut biasanya hidup di kedalaman 200 hingga 3.000 meter, terkubur di dasar laut, tempat mereka memakan invertebrata kecil. Dr. Christopher Lowe, seorang ahli biologi kelautan di Universitas Swansea, menjelaskan bahwa cacing tersebut menggunakan parapodia untuk menggali dan menangkap mangsa. Duri-duri berpendar juga dapat berfungsi sebagai mekanisme pertahanan terhadap predator. Menemukan tikus laut di pantai adalah hal yang langka, dan sebagian besar spesimen mati atau lesu. Namun, ketika direndam dalam air asin, mereka dapat memperoleh kembali penampilan dan aktivitasnya yang cerah.
Tikus Laut Langka Terdampar di Wales, Membingungkan Pengunjung Pantai Sebelum Para Ahli Mengidentifikasi Cacing Laut yang Tidak Biasa
Edited by: Olga N
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.